"Hari ini adalah penetapan RUEN, kita dan juga penambahan anggota DEN dan isu strategis lainnya," terang Jokowi membuka rapat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/6/2016).
RUEN meliputi arah dan peta jalan energi nasional sampai dengan 2050. Semua komponen energi, termasuk para stakeholder (pemangku kepentingan) akan tercakup di dalamnya. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak dunia yang rendah, menurut Jokowi harus dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola sektor energi dan penguatan cadangan penyangga sebagai antisipasi dari perkembangan masa depan.
"Harus menjadikan peluang untuk memperbaiki tata kelola sektor energi kita, sektor migas dari hulu sampai hilir," ungkap Jokowi.
Dalam RUEN juga akan mencakup perkembangan energi baru dan terbarukan. Jokowi menilai energi yang ramah lingkungan tersebut harus dikembangkan secara agresif.
"Kita juga tidak bisa lagi menunda-nunda program EBT dan pengembangan EBT harus dipercepat lima kali lipat pada 2025 agar bauran EBT mencapai 23%. Tidak boleh ada ego sektoral dan pengembangan EBT merupakan komitmen kita bersama, komitmen nasional kita," paparnya. (mkl/ang)











































