Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengatakan ada beberapa pembangkit yang masih menunggu Keputusan Menteri (Kepmen) keluar, contohnya aturan soal PLTU mulut tambang.
"Iya 14.000 MW yang belum dilelang. Ini kalau Kepmen PLTU mulut tambang selesai diubah, kelar semua," kata Sofyan ditemui di Istana Negara, Rabu (22/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini percepat agar pemadaman berhenti," ujarnya.
Perusahaan pelat merah itu juga akan lebih memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang pembangunannya relatif lebih singkat dibandingkan pembangkit lain.
"Ini cepat, 6-7 bulan jadi. Sekitar 2.000 MW yang ditarik ke depan. Kita cuma minta credit export untuk barangnya. Ada yg 2019, ditarik ke 2016-2017," tambahnya. (ang/ang)











































