Menteri ESDM: 35.000 MW Tidak Mungkin Dikerjakan Sendiri, Swasta Harus Terlibat

Menteri ESDM: 35.000 MW Tidak Mungkin Dikerjakan Sendiri, Swasta Harus Terlibat

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2016 21:30 WIB
Menteri ESDM: 35.000 MW Tidak Mungkin Dikerjakan Sendiri, Swasta Harus Terlibat
Foto: Rois Jajeli
Jakarta - Pemerintah membuka peluang kepada swasta untuk lebih banyak terlibat dalam proyek listrik 35.000 MW. Dalam proyek ini, porsi PT PLN dalam proyek ini hanya sebesar 10.000 MW, sedangkan 25.000 MW sisanya diserahkan kepada swasta.

"Maknanya sejak awal kita konsisten memberi peluang kepada IPP (Independent Power Producer/Swasta) supaya berperan lebih besar karena membangun 35.000 MW tidak mungkin dikerjakan sendiri. Semakin banyak yang terlibat, semakin baik," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di Istana Presiden, Rabu (22/6/2016).

Sudirman menambahkan, listrik bukan semata urusan korporasi. Negara bertanggung jawab menyelenggarakan ketanagalistrikan dan PLN menjadi salah satu instrumen itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak boleh semata-mata policy didasarkan pada kalkulasi komersial. Tetapi harus menjadi driver pembangunan ekonomi yang di situ terlibat ada kesempatan bekerja. Contohnya, bangun energi terbarukan sebanyak-banyaknya. Ini nanti sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasionaal (RUEN)," kata Sudirman.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga meminta PLN untuk fokus di proyek 35.000 MW dengan menggarap porsi 10.000 MW, dan meminta swasta terlibat dalam memasok 25.000 MW sisanya. Jokowi menginstruksikan kepada Menteri ESDM sebagai regulator, PLN, dan juga menteri BUMN untuk memberikan kesempatan sebanyak mungkin,sebesar mungkin, kepada pengusaha lokal atau nasional.

"PLN diminta untuk konsentrasi pembangkit 10.000 MW, sedangkan yang 25.000 MW IPP (Independent Power Producer/ swasta)," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan hasil rapat evaluasi 35.000 MW di Istana Presiden. (mkl/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads