Penyebabnya adalah Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET), Gardu Induk (GI), trafo, dan transmisi yang sudah kelebihan beban.
Akibat beban yang terlalu tinggi, misalnya ada gangguan sedikit saja di salah satu GITET atau GI dapat menyebabkan pemadaman. Beban listrik dari GITET atau GI yang rusak sulit dialihkan ke gardu lain karena beban tiap gardu sudah tinggi, tak punya cukup ruang untuk menampung beban baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang eksekusi penambahan kapasitas trafo dan Gardu Induk (GI). Ada beberapa GI baru yang sekarang disasar oleh PLN," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (23/6/2016).
Total ada 8 GI yang sedang diproses pembangunannya oleh PLN, yakni di Kembangan, Duri Kosambi, Muara Karang, Tanjung Priok, Lengkong, Muara Tawar, Tambun, dan Delta Mas.
"Pertama adalah GI Kembangan ekspansi, diperbesar. Kedua di Duri Kosambi. Ketiga kita akan pasang GI 500 kV di Muara Karang, kemudian di Tanjung Priok, Lengkong, Muara Tawar, Tambun, dan Delta Mas. Itu 8 GI di sekitar Jakarta yang sedang dieksekusi PLN," paparnya.
Sedangkan peningkatan kapasitas trafo dilakukan di GI Balaraja. "Beberapa program penambahan kapasitas trafo sudah jalan, misalnya di Balaraja sudah tambah 1.000 MVA," ucap Murtaqi.
Menjelang lebaran ini, pihaknya memastikan sistem kelistrikan di regional Jawa Bagian Barat, termasuk Jakarta, berada dalam kondisi aman. "Kita siaga, beban biasanya malah turun karena industri dan kantor pada tutup. Daya juga sangat mencukupi. Meski begitu PLN tetap siaga sejak H-7 sampai H+7 lebaran. Kita punya SOP khusus untuk mengatur kesiagaan petugas PLN di lapangan," tutupnya.
PLN Kirim Mahasiswa UI ke Kompetisi Robot di AS
PLN mengirim tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) untuk mengikuti 9th International Roboboat Competition 2016 di Virginia Beach, Virginia, Amerika Serikat (AS) pada 4-10 Juli 2016.
Murtaqi menyatakan hal ini merupakan bentuk dukungan PLN kepada riset-riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi di dalam negeri.
"Kami senang PLN bisa memberangkatkan tim dalam kompetisi ini. Kontribusi PLN mungkin nggak seberapa, tapi ini bagian dari kecintaan kami pada perguruan tinggi. Adik-adik di perguruan tinggi selalu punya inovasi yang dapat berguna untuk industri," ujar Murtaqi saat pelepasan tim di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (23/6/2016).
Murtaqi berharap tim mahasiswa UI dapat mengikuti kompetisi dengan sebaik-baiknya dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
"Hasil tidak terlalu penting, tapi proses membuat seperti ini (robot) sangat penting, mudah-mudahan sukses. Nikmati saja yang akan adik-adik jalani di kompetisi ini," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Autonomous Marine Vehicles (AMV) UI, Zulfa, menjelaskan bahwa tim mahasiswa UI yang berangkat ke AS terdiri dari 11 anggota tim inti. Tim ini terdiri dari mahasiswa lintas program studi, mayoritas dari prodi Teknik Perkapalan dan Teknik Elektro.
Robot yang dibuat adalah kapal tanpa awak bernama Makara 5 dan Makara 6. Makara 5 adalah kapal tanpa awak untuk di permukaan air, sedangkan Makara 6 untuk di bawah air alias menyelam. Keduanya bergerak sesuai program, tanpa awak dan tanpa remote.
"Tim ini fokus pada robot di permukaan maupun di bawah air, mengembangkan wahana-wahana drone laut. Robot di permukaan air namanya Makara 5, generasi ke-5 dr robot-robot sebelumnya, yang terbaik yang pernah kami kembangkan. Kami yakin dapat berkompetisi dengan mahasiswa internasional," tuturnya.
Kapal tanpa awak ini bisa dikembangkan untuk berbagai keperluan, misalnya mengawasi perbatasan laut, observasi bawah air, dan sebagainya.
"Wahana ini sedang tren di dunia maritim, negara-negara maju banyak mengembangkan wahana tanpa awak misalnya untuk mengawasi perbatasan laut. Potensi laut Indonesia sangat besar. Ini juga bisa untuk observasi bawah air, pengecekan pipa bawah laut, identifikasi bencana bawah laut. Bisa diarahkan ke sana," pungkasnya. (ang/ang)











































