Berdasarkan hasil verifikasi yang diserahkan PLN pada Maret 2016 lalu, sebanyak 18,7 juta dari 22,8 juta pelanggan 900 VA tidak layak disubsidi, hanya 4,1 juta pelanggan yang layak disubsidi. Verifikasi dilakukan berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Tetapi masih ada kemungkinan penerima subsidi bertambah lagi. Menteri ESDM, Sudirman Said menjelaskan bahwa sebanyak 197.000 dari 18,7 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA akan diverifikasi ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laporan kami mengatakan bahwa kira-kira ada 197.000 pelanggan yang memerlukan verifikasi tambahan. Tapi sebetulnya dari data yang totalnya 18,7 juta itu sebetulnya hampir seluruhnya memang proven bukan masuk kategori yang miskin," kata Sudirman saat ditemui di Terminal BBM Cikampek, Jumat (24/6/2016).
Verifikasi tambahan akan dilakukan oleh TNP2K. Hasilnya akan diserahkan lagi pada Jokowi, dan setelah itu akan diputuskan tindak lanjut dari hasil verifikasi, apakah subsidi dicabut atau tidak.
"Ini sebetulnya tinggal finalisasi dan dilaporkan kepada Presiden melalaui ratas. Begitu final saya kira akan ada keputusan," ucapnya.
Verifikasi atas 197.000 pelanggan 900 VA tersebut akan dirampungkan dalam waktu kurang lebih 3 sampai 4 bulan. Namun pencabutan subsidi sudah dipastikan tidak akan dilakukan tahun ini, kemungkinan dilakukan secara bertahap pada tahun 2017.
"Lama verifikasi 3-4 bulan lah. Sebetulnya saat ini tidak terlalu mendesak karena Banggar DPR sudah memutuskan tidak boleh ada kenaikan tarif listrik 900 VA. Jadi memang mungkin akan diusulkan tahun depan. Namun risikonya memang beban subsidi (tahun ini) akan lebih besar," tutupnya. (feb/feb)











































