Jokowi Sebut Ada 34 Pembangkit Mangkrak, Dirjen Listrik: Kapasitasnya Kecil-kecil

Jokowi Sebut Ada 34 Pembangkit Mangkrak, Dirjen Listrik: Kapasitasnya Kecil-kecil

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 27 Jun 2016 13:50 WIB
Jokowi Sebut Ada 34 Pembangkit Mangkrak, Dirjen Listrik: Kapasitasnya Kecil-kecil
Foto: Istimewa/PLN
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat di Istana pada Rabu (22/6/2016) lalu menyoroti adanya 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak selama bertahun-tahun, tak jelas kelanjutan pembangunannya.

Sebagian besar pembangkit listrik yang mangkrak itu adalah bagian dari Fast Tracking Project (FTP) I. Ini merupakan akibat banting-bantingan harga saat lelang proyek.

Dampaknya, kontraktor yang memenangkan tender akhirnya kehabisan duit di tengah jalan, pembangunan pembangkit listrik pun tak bisa diselesaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi mangkraknya 34 pembangkit tersebut dinilai tidak berdampak signifikan pada pasokan listrik secara keseluruhan, sebab kapasitasnya kecil-kecil. Dari 34 pembangkit tersebut, yang paling besar hanya 25 MW, sedangkan yang paling kecil 2 MW. Lokasinya pun tersebar, tidak terkonsentrasi di satu tempat.

"Rata-rata kecil-kecil. Ada yang 2 MW, 3 MW, 10 MW, paling besar 25 MW. Totalnya ratusan MW, nggak banyak. Itu di luar Jawa semua, tersebar di Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Kelanjutan pembangunan 34 pembangkit listrik tersebut dan kebutuhan tambahan anggaran yang dibutuhkan kalau dilanjutkan, bergantung dari hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kalaupun dilanjutkan, tak banyak tambahan daya mampu listrik yang diperoleh.

"Kita evaluasi dulu, nanti baru ketahuan berapa anggaran yang diperlukan untuk melanjutkan. Kan harus dievaluasi," tutup Jarman.

Sebagai informasi, Jokowi menyebut ada 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak sejak bertahun-tahun lalu. Padahal negara sudah mengeluarkan triliunan rupiah dari APBN untuk membangunnya.

Jokowi mencontohkan, seperti proyek di Kalimantan Barat yang mangkrak selama 8 tahun dengan menghabiskan anggaran Rp 1,5 triliun. Kemudian Gorontalo, dalam 8 tahun, pembangkit berkapasitas 2-25 mw baru selesai 47%. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads