Bertempat di Bangkalan, pada hari ini, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur dan Bali PLN Amin Subekti bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo meresmikan secara langsung pengoperasian 10 trafo tersebut sekaligus juga pemancangan pertama pembangunan transmisi 150 kilo Volt (kV) Bangkalan.
Amin Subekti mengatakan bahwa dengan tambahan trafo ini dapat meningkatkan pelayanan kelistrikan dan menambah kapasitas pasokan listrik di Jawa Timur. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi peluang bagi pelaku bisnis dan industri untuk mengembangkan usahanya di Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
usahanya di Jawa Timur tanpa khawatir kekurangan listrik," jelas Amin dalam siaran pers, Selasa (28/6/2016).
Selama April hingga Juni 2016, PLN berhasil membangun 10 trafo tegangan tinggi di wilayah Jawa Timur yang tersebar di sejumlah titik, yakni
Segoromadu (Gresik), Sumenep, Altaprima (Gresik), Nganjuk, Pare (Kediri), Pier (Pasuruan), Bumicokro (Pasuruan), Ploso (Jombang), Ngoro (Mojokerto), dan Tanjung Awar-awar (Tuban).
Transmisi 150 kilo Volt Bangkalan - Gilitimur/Ujung/Kenjeran
Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik di Pulau Madura, PLN akan membangun jaringan transmisi listrik Saluran Udara Tegangan
Tinggi (SUTT) 150 kV.
Jaringan transmisi ini merupakan tambahan dari jaringan yang sudah ada yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Bangkalan dengan GI Gilitimur dan GI Ujung/Kenjeran.
Saat ini jaringan transmisi eksisting mampu mengalirkan daya sebesar 200 Megawatt (MW) dengan beban sudah lebih dari 90% waktu beban puncak.
Dengan adanya tambahan jaringan transmisi baru, akan menambah daya mampu pasok listrik sebesar 60 MW sehingga kapasitas total daya mampu
dari transmisi Bangkalan/Gilitimur-Ujung/Kenjeran akan meningkat menjadi 260 MW atau naik 30%.
Jaringan transmisi baru yang akan dibangun sepanjang 11,5 kilometer sirkuit ini terletak ditopang oleh 31 tower konstruksi. Berlokasi di Bangkalan, melewati 2 kecamatan, dan 7 desa (Kecamatan Burneh, Desa Burneh, Petepan, dan Masaran. Kecamatan Labang, Desa Merkopek, Brigen,
dan Baengas). (feb/hns)











































