Labanya ini melonjak tinggi jika dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kala itu, PLN mencatat rugi Rp 860 miliar.
Seperti dikutip dari bahan presentasi PLN, Rabu (29/6/2016), laba di akhir Maret ini sebenarnya bisa lebih tinggi, yaitu Rp 11 triliun, jika tidak terkena Beban Pajak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa subsidi, PLN mencatat rugi Rp 2,3 triliun. Tahun ini, pos subsidi PLN tercatat Rp 12,4 triliun, lebih rendah dari sebelumnya Rp 13,2 triliun.
Perusahaan pelat merah ini juga diuntungkan oleh laba selisih kurs Rp 3,6 triliun. Sementara tahun lalu pada periode yang sama menderita rugi selisih kurs Rp 5,7 triliun. (ang/hns)











































