Pangkas BBM Sampai Rp 35 Triliun, Biaya Produksi Listrik PLN Turun 15%

Pangkas BBM Sampai Rp 35 Triliun, Biaya Produksi Listrik PLN Turun 15%

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2016 17:28 WIB
Pangkas BBM Sampai Rp 35 Triliun, Biaya Produksi Listrik PLN Turun 15%
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Sepanjang 2015 lalu, PLN mencatat penurunan biaya bahan bakar minyak (BBM) dari Rp 71,5 triliun pada 2014 menjadi hanya Rp 36,4 triliun di 2015, berkurang Rp 35 triliun alias turun sampai 49%.

Efisiensi dari biaya BBM ini timbul karena 2 faktor. Yang pertama ialah penurunan tajam harga minyak dunia pada 2015, dan yang kedua adalah berkurangnya konsumsi BBM PLN hingga 2 juta kilo liter (KL).

Banyak pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), baik PLTD sewa maupun milik PLN sendiri, yang disetop penggunaannya karena sudah ada pembangkit-pembangkit baru dengan bahan bakar murah yang bisa menggantikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, menyatakan bahwa rata-rata biaya pokok produksi (BPP) listrik PLN turun hingga 15% berkat pengalihan BBM ke sumber-sumber energi lain yang lebih murah.

"(BPP listrik) sudah turun hampir 10-15%," kata Sofyan kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Namun sayangnya penurunan penggunaan solar ini tak akan berlanjut di 2016. Sebab, dalam setahun belakangan PLN giat melistriki daerah-daerah terpencil dengan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Ada PLTD baru di 1.000 daerah terpencil yang total kapasitasnya mencapai 600 MW.

"Kalau tahun ini justru ada 1.000 lokasi baru di daerah terpencil yang ada tambahan diesel sampai 600 MW. Kemungkinan pemakaian BBM kita jadi agak naik tahun ini," papar Sofyan.

Peran BBM dalam energy mix yang digunakan PLN pun akan naik sedikit tahun ini, demikian juga rata-rata BPP listrik. "Di energy mix akan naik sedikit, cost jadi naik sedikit," tutupnya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads