Efisiensi dari biaya BBM ini timbul karena 2 faktor. Yang pertama ialah penurunan tajam harga minyak dunia pada 2015, dan yang kedua adalah berkurangnya konsumsi BBM PLN hingga 2 juta kilo liter (KL).
Banyak pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), baik PLTD sewa maupun milik PLN sendiri, yang disetop penggunaannya karena sudah ada pembangkit-pembangkit baru dengan bahan bakar murah yang bisa menggantikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(BPP listrik) sudah turun hampir 10-15%," kata Sofyan kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (30/6/2016).
Namun sayangnya penurunan penggunaan solar ini tak akan berlanjut di 2016. Sebab, dalam setahun belakangan PLN giat melistriki daerah-daerah terpencil dengan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Ada PLTD baru di 1.000 daerah terpencil yang total kapasitasnya mencapai 600 MW.
"Kalau tahun ini justru ada 1.000 lokasi baru di daerah terpencil yang ada tambahan diesel sampai 600 MW. Kemungkinan pemakaian BBM kita jadi agak naik tahun ini," papar Sofyan.
Peran BBM dalam energy mix yang digunakan PLN pun akan naik sedikit tahun ini, demikian juga rata-rata BPP listrik. "Di energy mix akan naik sedikit, cost jadi naik sedikit," tutupnya. (hns/hns)











































