ESDM: Kita Senang Kalau Simbol Pertamina Ada di Berbagai Negara

ESDM: Kita Senang Kalau Simbol Pertamina Ada di Berbagai Negara

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2016 20:00 WIB
ESDM: Kita Senang Kalau Simbol Pertamina Ada di Berbagai Negara
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Cadangan minyak di Indonesia semakin menipis, yang terbukti (proven reserve) tinggal 3,7 miliar barel, sementara konsumsi yang saat ini 300 juta barel per tahun terus meningkat.

Untuk mengamankan pasokan minyak di dalam negeri dan menjaga ketahanan energi nasional, PT Pertamina (Persero) sebagai satu-satunya BUMN perminyakan harus mengakuisisi blok-blok migas di luar negeri.

PT Pertamina (Persero) menargetkan bisa meningkatkan produksi minyak mentah dari saat ini sekitar 300.000 barel per hari (bph) menjadi 943.000 bph pada 2030. Dari produksi 943.000 bph di 2030 tersebut, 337.000 bph akan berasal dari sumur-sumur minyak di luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung Pertamina untuk mencari minyak di luar negeri. Kalau Pertamina melebarkan sayap ke luar negeri, bukan saja meningkatkan ketahanan energi, tapi juga merupakan kebanggaan nasional.

"Kita senang, bangga kalau kita jalan ke berbagai negara ada simbol Pertamina. Itu menunjukkan kita pemain global. Kita dorong terus," kata Wiratmaja dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Salah satu negara yang sumber-sumber minyaknya dibidik oleh Pertamina adalah Iran. Kerja sama pengelolaan blok migas dengan National Oil Company (NOC) di sana tengah dijajaki.

Kesepakatan kerja sama Pertamina dengan NOC Iran sebenarnya direncanakan akan diteken pekan ini. Tapi masih tertunda, kemungkinan karena mendekati lebaran. "Mungkin karena mau lebaran," tukasnya.

Sebagai informasi, Pertamina sudah 'ngebor' minyak di Aljazair, Irak, dan Malaysia. Beberapa negara di Afrika Barat, Timur Tengah, dan Asia Barat tengah dijajaki. Di Rusia, ada rencana kerja sama dengan Rosneft untuk mengelola blok migas. Lalu rencana kerja sama pengelolaan blok migas di Iran juga sedang dimatangkan, sebentar lagi penandatanganan Nota Kesepahaman.

Blok-blok yang diincar Pertamina di luar negeri adalah yang cadangannya minimal 50 juta barel, produksinya di atas 35.000 bph. Di Iran misalnya, 2 blok yang dibidik Pertamina punya cadangan sampai 4 miliar barel.

Blok-blok di luar negeri akan diperoleh dengan cara mengakuisisi aset atau membeli saham perusahaan migas yang memiliki aset. Total biaya investasi yang harus dikeluarkan Pertamina untuk mencaplok blok migas di mancanegara hingga 2030 mencapai puluhan atau ratusan miliar dolar. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads