Untuk Pertalite penyalurannya mencapai 140% dari rata-rata normal sebanyak 10.000 KL per hari. Jumlah ini telah melampaui perkiraan sebelumnya yaitu rata-rata 10.200 KL per hari.
"Masyarakat mungkin kali ini lebih banyak menghabiskan waktu jalannya untuk rute-rute pendek guna bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman. Namun, menariknya Pertamax dan Pertalite tetap stabil di atas 30.000 KL per hari. Tentu kami sangat mengapresiasi pilihan masyarakat tersebut dengan senantiasa menjaga ketersediaan stok yang cukup rata-rata di atas 20 hari," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, di Jakarta, Sabtu (9/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Area Manager Communications and Relations Jawa bagian Tengah Pertamina Suyanto mengungkapkan berdasarkan data harian penyaluran BBM jenis Premium pada periode yang sama mencapai11.821 KL atau setara dengan 131 % dari rata-rata harian normal, untuk Solar 1.680 KL setara dengan 33 % dari rata-rata harian normal.
Sedangkan untuk BBK seperti Pertalite dan Pertamax justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai 100 % lebih dari rata-rata harian. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sudah mulai sadar akan kualitas.
"Kami juga sudah menyiapkan stok BBM yang diperkirakan cukup untuk mengatisipasi banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi wilayah Jawa Tengah pada arus balik nanti," tambah Suyanto.
Suyanto juga mengungkapkan Pertamina telah siap mengantisipasi permintaan Pertamax Series kemasan bagi pemotor atau mobil yang melintas di Jawa Tengah. Sejak H-3 lebaran realisasi penyaluran Pertamax series kemasan hingga 8.000 liter.
"Kami sudah siapkan stok yang cukup untuk antisipasi arus balik," tutupnya. (hns/hns)











































