MoU rencananya diteken langsung oleh Direktur Utama kedua perusahaan. Kerja sama yang disepakati utamanya ialah pengelolaan blok-blok migas di Iran.
Tapi, tak hanya ngebor minyak, Pertamina dan NIOC juga akan kerja sama di bidang perdagangan. Pertamina ingin membeli minyak mentah dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata Dwi, minyak dari Iran tergolong murah, kira-kira sama murahnya dengan minyak dari Arab Saudi.
"Kalau kita bisa dapat crude dari Iran, akan menyaingi yang dari Arab Saudi. Cost production-nya murah sekali, mungkin di bawah US$ 10/barel," ujarnya.
MoU akan diteken di Iran pertengahan atau akhir Juli 2016. Setelah Nota Kesepahaman sah, kedua perusahaan akan melakukan uji tuntas (due diligence) untuk kerja sama menggarap blok migas di Iran. Kajian dilakukan selama kurang lebih 6 bulan.
"Kemungkinan pertengahan atau akhir bulan ini. Nanti setelah MoU akan dilakukan due diligence, termasuk valuasi untuk masuk di blok-blok tersebut. Kira-kira 4-6 bulan," pungkasnya. (hns/hns)











































