Sudirman mengatakan, sudah seharusnya perusahaan-perusahaan nasional mengambil peran lebih besar.
Dengan berubahnya komposisi kepemilikan saham ini, Newmont bukan lagi perusahaan asing. Menurut Sudirman, hal ini akan menguntungkan perekonomian nasional dan perekonomian di daerah tambang Newmont di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau partisipasi perusahaan nasional lebih besar, nilai tambahnya bisa dinikmati oleh ekonomi nasional. Harusnya memang semakin banyak perusahaan nasional yang punya kemampuan dari sisi teknologi, finansial, dan human capital. Ini akan memberi manfaat baik bagi ekonomi nasional maupun ekonomi daerah," kata Sudirman kepada detikFinance, Rabu (13/7/2016).
Dia menambahkan, akuisisi Newmont ini juga mengindikasikan bahwa investasi di sektor pertambangan Indonesia masih menarik.
"Seluruh keputusan akuisisi adalah sinyal yang baik bagi investasi. Kalau masih ada yang memutuskan investasi, berarti ekonomi kita masih baik," ujarnya.
Sudirman juga memuji proses akuisisi yang berlangsung mulus.
"Saya dengar juga dari sisi Newmont maupun Medco bahwa proses akuisisi ini sangat profesional. Kami menyambut baik," tutupnya.
Sebagai informasi, PT Medco Energi Internasional Tbk baru saja mengakuisisi saham PT Amman Mineral Internasional (AMI) yang mengendalikan 82,2% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Nilai akuisisi US$ 2,6 miliar (Rp 33,8 triliun).
AMI sebelumnya membeli saham NNT dari Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation. Ini merupakan salah satu transaksi structured finance terbesar di Asia Tenggara tahun ini. (feb/feb)
