ESDM Dorong Pertamina Investasi di Blok Mahakam, Ini Respons Total

ESDM Dorong Pertamina Investasi di Blok Mahakam, Ini Respons Total

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2016 19:13 WIB
ESDM Dorong Pertamina Investasi di Blok Mahakam, Ini Respons Total
Foto: Istimewa
Jakarta - Kontrak Total E&P Indonesie di Blok Mahakam baru habis pada 31 Desember 2017. Tapi, Kementerian ESDM mendorong PT Pertamina (Persero) berinvestasi di blok penghasil gas bumi terbesar Indonesia itu mulai tahun ini.

Tujuannya ialah untuk menjaga tingkat produksi minyak dan gas (migas) di Blok Mahakam. Jika Total yang berinvestasi untuk kegiatan eksplorasi, tentu raksasa migas asal Prancis tersebut dirugikan karena hasil pengeboran baru bisa dinikmati pasca 2017 setelah mereka angkat kaki.

Kalau tak ada pengeboran baru, produksi migas Blok Mahakam pasti akan anjlok, decline rate (rasio penurunan produksi) tak bisa ditahan. Dengan pertimbangan tersebut, maka Kementerian ESDM ingin Pertamina saja yang berinvestasi, toh hasilnya nanti akan dinikmati oleh Pertamina juga setelah 2017.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengeboran sumur-sumur baru tetap akan dilakukan Total hingga akhir 2017 agar tak melanggar kontrak, Pertamina hanya menyediakan dana investasi.

Terkait hal ini, Total mengaku tidak keberatan. Pertamina dipersilakan jika ingin mulai berinvestasi di Blok Mahakam. Tetapi, prosedur dan aturan payung hukumnya harus jelas supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari.

"Total sudah siap melakukan transfer, termasuk kita juga positif menanggapi kalau Pertamina mau menjalankan beberapa program, tapi yang jelas semua harus clear," kata Vice President HR Communication and General Sevices Total E&P Indonesie, Arividya Noviyanto, saat ditemui di City Plaza, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Arividya mengungkapkan, tentu dibutuhkan aturan khusus agar Pertamina bisa mendanai investasi di Blok Mahakam dari sekarang sementara Total yang mengerjakan sampai 31 Desember 2017. Sebab, pertanggungjawabannya akan rumit, misalnya pada laporan keuangan.

"Total dari awal support. Kalo Total yang mengerjakan kan tentunya ada mekanisme back charge ke Pertamina. Kan Pertamina yang mendanai, Total yang mengerjakan," ujarnya.

Diakui Arividya, Total akan menyetop investasi baru di Blok Mahakam menjelang berakhirnya kontrak. Sebab, hasil produksi dari investasi baru pada akhir 2017 tidak akan dinikmati oleh Total.

"Kalau sampai akhir 2017 disuruh ngebor tentunya nggak bisa karena nanti sumur-sumur yang di semester II nantinya sudah nggak ekonomis buat Total," pungkasnya. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads