Menteri ESDM Lepas 120 Anggota Patriot Energi Tanah Air

Menteri ESDM Lepas 120 Anggota Patriot Energi Tanah Air

Dana Aditiasari - detikFinance
Sabtu, 16 Jul 2016 10:22 WIB
Menteri ESDM Lepas 120 Anggota Patriot Energi Tanah Air
Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said hari ini secara resmi melepas 120 orang relawan muda yang direkrut sebagai anggota Patriot Energi Tanah Air (PETA) ke 105 desa di 39 kabupaten di tanah air.

PETA adalah pemuda-pemudi yang dikirim oleh Kementerian ESDM ke desa-desa terpencil di seluruh Indonesia, semuanya ke desa yang belum mendapatkan listrik. Tugasnya adalah membantu mengawasi program penyediaan listrik di desa-desa tersebut.

"Listrik adalah jendela peradaban. Karena listrik merupakan kebutuhan dasar untuk mendukung kegiatan yang lain. Karena nggak ada listrik, ekonomi kawasan sulit berkembang, banyak masyarakat kita masih masak pakai kayu bakar, operasional sarana kesehatan pas pasan, pendidikan dan penerangan tidak optimal. Listrik benar benar jadi pembeda mana masyarakat yang beradab dan mana yang belum," kata dia dalam arahannya pada upacara pelepasan PETA di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (16/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudirman mencatat, saat ini sedikitnya ada 12.669 desa di Indonesia tak terjangkau listrik karena jauh dari pembuat kebijakan yang berada di pusat. Akibatnya ada sedikitnya 30 juta masyarakat Indonesia hidup dalam keadaan yang sulit tanpa penerangan listrik.

Untuk mengatasi masalah keterbatasan listrik tersebut, Kementerian ESDM sebenarnya punya Program Indonesia Terang (PIT) yang merupakan program pembangunan pembangkit-pembangkit listrik dari energi terbarukan untuk desa-desa yang belum terlistriki dengan baik atau bahkan belum mendapat aliran listrik.

PETA lah yang akan mengawasi program Tersebut dari mulai pembangunannya, pengoperasiannya dan perawatannya.

"Karena banyak pembangkit yang kita bangun banyak yang tidak berjalan optimal sehingga maanfaatnya tidak bisa dirasakan masyarakat. Misalnya lokasinya ternyata terlalu jauh sehingga nggak bisa disambungkan ke jaringan listrik ke masyarakat. Atau setelah dibangun ternyata masyarakat setempat tidak punya pemahaman yang diperlukan untuk melakukan perawatan. Ini tujuan anda para pejuang muda dikirim," tandas dia.

Sekedar catatan, program serupa telah dilaksanakan sebelumnya dengan mengirim sekitar 80 orang pemuda anggota PETA angkatan pertama. 35 orang dari angkatan pertama tersebut kembali bergabung dalam angkatan kedua yang hari ini dilepas Menteri ESDM. (dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads