PHE ONWJ mengoperasikan sekitar 218 anjungan lepas pantai di area seluas 8.300 km2 di sebelah utara Cirebon sampai ke Kepulauan Seribu.
Seluruh aset yang digunakan untuk menunjang operasional hulu migas masuk dalam kategori obyek vital nasional karena memiliki peran penting. Gangguan keamanan pada aset-aset tersebut akan menyebabkan kerugian negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan, sebelum dioperasikan Pertamina, banyak sekali gangguan keamanan di Blok ONWJ, khususnya kasus pencurian aset seperti pipa, lampu navigasi, kabel, dan sebagainya.
Dalam setahun bisa terjadi sampai 100 kasus, kerugian negara yang timbul mencapai jutaan dolar.
"Dulu banyak sekali kami mengalami kasus pencurian. Ada saja yang hilang di platform. Sampai lantainya saja ada yang digergaji," ujar Donna.
Tapi sejak 2010 sampai sekarang sudah nyaris tidak ada lagi kasus yang terjadi berkat pendekatan yang dilakukan PHE ONWJ kepada masyarakat pesisir di sekitar Blok ONWJ.
"Pencurian di ONWJ dulu tinggi sekali, tapi sejak 2010 sampai sekarang sudah hampir nggak ada. Beberapa kali," ucapnya.
Pendekatan kepada masyarakat dilakukan PHE ONWJ melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan potensi masyarakat nelayan. Dengan begitu, masyarakat pesisir pun ikut menjaga aset di Blok ONWJ karena merasakan manfaat dari kehadiran PHE ONWJ.
"Masyarakat jadi merasa ikut memiliki fasilitas negara. CSR tidak hanya memberi ikan, tapi memberi kail," pungkasnya. (feb/feb)











































