Peserta Tender Minta Lelang Proyek PLTGU 1.600 MW di Bekasi Dimundurkan

Updated

Peserta Tender Minta Lelang Proyek PLTGU 1.600 MW di Bekasi Dimundurkan

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 23 Jul 2016 09:26 WIB
Peserta Tender Minta Lelang Proyek PLTGU 1.600 MW di Bekasi Dimundurkan
Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - PT PLN (Persero) mengungkapkan, lelang proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa I yang berkapasitas 2 x 800 megawatt (MW) akan dimundurkan. Lelang proyek PLTGU Jawa I sudah dibuka sejak Juni 2016, tetapi sebagian besar para peserta lelang minta tanggal lelang dimundurkan.

PLN kini tengah mencari solusi, agar PLTGU Jawa I yang berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) bisa beroperasi mulai 2019.

"Kami dorong cepat, tapi sebagian besar peserta tender minta (waktu lelang) mundur. Kami nggak bisa menunggu lama juga karena 2019 sudah harus selesai," kata Direktur Perencanaan PLN, Nicke Widyawati, saat ditemui di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nicke mengaku, tidak mengetahui persis alasan para peserta lelang meminta memundurkan waktu lelang. "Macam-macam alasannya, tanya saja kepada para bidder-nya," ucapnya.

PLTGU Jawa I rencananya dibangun di Muara Tawar, Kabupaten Bekasi. Pembangunannya diprediksi menghabiskan waktu 3-4 tahun, ditargetkan selesai 2019.

Kebutuhan gas untuk PLTGU Jawa I kurang lebih 250 MMSCFD, rencananya pasokan gas akan diperoleh dari kilang Tangguh.

Pembangkit listrik ini merupakan salah satu bagian dari program 35.000 MW. Diperkirakan pembangunan PLTGU Jawa I membutuhkan biaya investasi sebesar US$ 2 miliar atau Rp 26 triliun (dengan asumsi kurs dolar Rp 13.000). (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads