Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, mengatakan Pertamina saat ini masih melakukan studi yang tepat bagaimana keekonomian yang akan didapat saat eksplorasi nanti dijalankan. Menurutnya pemerintah ingin Pertamina melakukan kegiatan di wilayah tersebut, maka akan dicoba untuk pengembangan minyak terlebih dahulu.
"Kemarin ada beberapa pilihan yang juga terbuka dari ESDM dan SKK Migas. Kita kan kemarin ada dua struktur, ada yang AL untuk gas dan AP untuk minyak. Ada liquidnya di situ. Pemerintah juga mendorong kita agar segera melakukan aktivitas di blok itu. Kalau memang memungkinkan kita mendevelop minyaknya dulu. Kalau gas, ini agak panjang lah," ucapnya di sela-sela kunjungan kerjanya di Tuban, Jawa Timur, Jumat (22/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan saat ini Pertamina terus mengkaji berbagai hal seperti harga gas yang akan dipakai nantinya bila produksi akan dilakukan, teknologi yang dipakai akan seperti apa, jumlah pengeboran, platform dan processing seperti apa mengingat tingkat kompleksitas pengelolaan gas CO2 di wilayah east natuna adalah yang terbesar di dunia.
"Kalau saran kita, coba dirumuskan kalau dari upstream sampai downstream itu seperti apa polanya kalau kita develop gas. Siapa yang menyerap gas. Kemudian kalau kita menyerap gas, berapa harga gas yang bisa diserap di sana. Jadi kalau memang mau dibangun, harus dihitung komersialnya dari upstream sampai downstream," terangnya.
"Bentuk insentif dari Pemerintah nanti barangkali bentuk spesifiknya kalau kita sudah selesai lakukan kajian. Jadi konsorsium harus bisa mendefinisikan rencana kita mau mengembangkan itu seperti apa konsep dan biayanya. Kalau misalnya biayanya sangat mahal, biaya terlalu tinggi, barangkali ada share nya yang diubah, apakah ada insentif apa yang kita minta. Tapi kita masih belum bisa bilang sekarang. Karena kita juga masih melakukan studi," pungkasnya. (hns/hns)











































