Tambahan tersebut berasal dari 3 wilayah kerja (WK) panas bumi, yaitu WK Ulubelu di Lampung, WK Lahendong di Sulawesi Utara, dan WK Karaha di Jawa Barat.
"Tahun ini kita akan ada tambahan kapasitas 105 MW dari Ulubelu, Lahendong, dan Karaha," kata Direktur Utama PGE, Irfan Zainuddin, kepada detikFinance, Sabtu (23/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari PLTP Ulubelu Unit III 55 MW, PLTP Lahendong Unit V 1x20MW, dan PLTP Karaha di Tasik 1x30 MW pada Desember 2016," ungkap Irfan.
Dengan adanya tambahan kapasitas terpasang sebanyak 105 MW ini, PGE semakin mengukuhkan diri sebagai perusahaan paling rajin menggarap potensi panas bumi di Indonesia. Total kapasitas terpasang PLTP milik PGE akan bertambah dari 437 MW di awal tahun ini menjadi 542 MW di awal 2017.
"Kapasitas existing kita sekarang 437 MW. Ditambah 105 MW tahun ini, maka pada awal 2017 kapasitas terpasang kita menjadi 542 MW," tutupnya.
Sebagai informasi, meski kaya akan sumber energi terbarukan, Indonesia masih tertinggal dalam pemanfaatannya. Contoh saja panas bumi, dari total potensi 29.000 MW, Indonesia baru memanfaatkan 1.400 MW atau sekitar 4% saja.
Pengembangan panas bumi terus dilakukan supaya kekayaan tersebut tidak sia-sia. Masyarakat Indonesia pun bisa memperoleh energi yang bersih dan tak akan habis.
Hingga 2025, Kementerian ESDM menargetkan kapasitas terpasang listrik dari panas bumi bisa mencapai 7.000 MW. (ang/ang)











































