Produksi uap panas bumi akan terus ditingkatkan oleh PGE. Sampai tahun 2019, PGE menargetkan dapat menghasilkan listrik sampai 907 MW dari panas bumi, meningkat 480 MW dari kapasitas sekarang.
"Kita targetkan 2019 kapasitas terpasang kita sudah 907 MW," kata Direktur Utama PGE, Irfan Zainuddin, kepada detikFinance, Sabtu (23/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini kita akan ada tambahan kapasitas 105 MW dari Ulubelu, Lahendong, dan Karaha," katanya.
Irfan menjelaskan, pada akhir Juli ini PLTP Ulubelu Unit III akan beroperasi (Commercial Operation Date/COD) dan memasok listrik hingga 55 MW. Kemudian pada bulan Oktober PLTP Lahendong Unit V mulai COD dan menambah pasokan listrik sebanyak 20 MW. Di akhir tahun, giliran PLTP Karaha berkapasitas 30 MW yang COD.
Dengan adanya tambahan kapasitas terpasang sebanyak 105 MW ini, PGE semakin mengukuhkan diri sebagai perusahaan paling rajin menggarap potensi panas bumi di Indonesia. Total kapasitas terpasang PLTP milik PGE akan bertambah dari 437 MW di awal tahun ini menjadi 542 MW di awal 2017.
Lalu di tahun 2017 ditargetkan PLTP Ulubelu Unit IV berkapasitas 55 MW akan COD di bulan Juni, lalu ditambah lagi PLTP Lahendong Unit VI 20 MW dan PLTP Balai Lumut Unit I 55 MW pada akhir 2017. Maka tahun 2017 akan ada tambahan pasokan listrik panas bumi hingga 130 MW dari PGE. (ang/ang)











































