"Saya juga nggak tahu kenapa tiba-tiba begitu. Jujur saya nggak tahu. Kita baik-baik saja kok, namanya anak nggak boleh durhaka, kita nggak mau. Menurut saya, nggak ada yang nggak bisa dibicarakan, semuanya bisa dibicarakan," kata Sofyan saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/7/2016).
Setelah beberapa waktu lalu PLN berdebat dengan ESDM soal tarif listrik mikro hidro, RUPTL, proyek PLTU Jawa 5, proyek HVDC, dan persyaratan lelang proyek 35.000 MW, Sofyan berpendapat bahwa tidak ada masalah baru lagi. Semua masalah-masalah itu pun sudah diselesaikan bersama dengan Kementerian ESDM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakuinya, PLN memang lebih sering bertemu dengan Menteri BUMN Rini Soemarno ketimbang Menteri ESDM. Sebab, Rini memang sering mengundang BUMN-BUMN, termasuk PLN.
"Kan kita dipanggil. Memang Bu Rini meng-update kami luar biasa. Setiap minggu kalau tidak lisan disuruh datang. Hampir tiap minggu update, kita dipanggil," tukasnya.
Tetapi, kata Sofyan, bukan berarti manajemen perusahaan pelat merah itu tak mau datang ke ESDM, PLN siap saja datang ke Kementerian ESDM apabila memang diundang.
"Kalau memang ada perlu kita datang, kalau ada perlu kami siap dipanggil, dimarahi," ujar Sofyan.
Komunikasi dengan Kementerian ESDM, menurut Sofyan, juga cukup intens karena Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, adalah salah satu Komisaris PLN.
"Kan Pak Jarman sendiri komisaris di PLN," tutupnya. (ang/ang)











































