Ini Penjelasan Dirut PLN Soal Mundurnya Lelang PLTGU Jawa I

Ini Penjelasan Dirut PLN Soal Mundurnya Lelang PLTGU Jawa I

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 25 Jul 2016 17:09 WIB
Ini Penjelasan Dirut PLN Soal Mundurnya Lelang PLTGU Jawa I
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Lelang proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa I yang berkapasitas 2 x 800 megawatt (MW) mundur 1 bulan. Tetapi mundurnya lelang ini bukan keinginan PLN.

Lelang PLTGU Jawa I akan diikuti oleh berbagai perusahaan raksasa seperti PT Adaro Energy Tbk, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Bukaka Teknik Utama, hingga PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, menjelaskan bahwa lelang proyek PLTGU Jawa I sudah dibuka sejak Juni 2016, namun sebagian besar peserta lelang meminta waktu lelang diundur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PLTGU Jawa 1 kita sampaikan PLN mengundurkan (lelang) Jawa 1. Tapi itu permintaan investor minta mundur 1 bulan. PLN itu semua salah, tidak mundur dibilang tidak luwes, dimundurkan dibilang telat, padahal yang minta itu mereka (peserta lelang)," kata Sofyan saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/7/2016).

Sofyan menjelaskan, para peserta lelang meminta pengunduran waktu karena adanya perubahan syarat lelang. Ketentuan pasokan gas diubah oleh PLN, sehingga para peserta tender ingin merevisi proposal untuk memberi penawaran lebih baik.

"Sebenarnya karena ada perubahan syarat itu diundur. Waktu kita ubah syarat itu untuk pasokan gas dan FSRU dipisah itu sudah mundur. Tapi dia belum siap mundurinnya, kurang panjang. Jadi kita perpanjang," ucap Sofyan.

Dihubungi secara terpisah, Adaro yang dalam lelang PLTGU Jawa I ini membentuk konsorsium bersama Sembcorp adalah salah satu bidder yang meminta pengunduran waktu.

Alasannya, Adaro ingin menyempurnakan penawaran yang diajukannya. Adaro berjanji bisa memberikan penawaran lebih baik bila diberi waktu lebih panjang.

"Kami sebetulnya sudah siap untuk submit sesuai dengan tanggal yang ditetapkan semula. Namun dengan adanya revisi RFP (Request For Proposal), maka kami merasa akan dapat memberikan penawaran yang lebih baik jika kami mendapatkan tambahan waktu," kata Deputy Direktur Utama PT Adaro Power, Dharma Djojonegoro.

PLTGU Jawa I rencananya dibangun di Muara Tawar, Kabupaten Bekasi. Pembangunannya diprediksi menghabiskan waktu 3-4 tahun, ditargetkan selesai 2019. Kebutuhan gas untuk PLTGU Jawa I kurang lebih 250 MMSCFD, rencananya pasokan gas akan diperoleh dari kilang Tangguh.

Pembangkit listrik ini merupakan salah satu bagian dari program 35.000 MW. Diperkirakan pembangunan PLTGU Jawa I membutuhkan biaya investasi sebesar US$ 2 miliar atau Rp 26 triliun (dengan asumsi kurs dolar Rp 13.000). (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads