Direktur Strategis dan Bisnis Development PGN M. Wahid Sutopo mengatakan wacana holding BUMN Energi seluruhnya diserahkan kepada Pemerintah, yang saat ini menjadi pemegang saham terbesar PGN sebanyak 57 persen.
"Memang sesuai dengan ketentuan anggaran dasar, holding diatur oleh negara. Nanti akan diberikan paparan lebih detail oleh pemerintah atau kementerian BUMN," katanya dalam acara Institutional Investor Day di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Perusahaan pun saat ini tengah fokus pada rencana sinergi guna mengembangkan potensi yang ada saat ini. Rencana PGN untuk mengakuisisi Pertagas diharapkan membuat tidak ada lagi proyek PGN dan Pertagas yang bertubrukan, mengingat Pertagas bergerak di usaha bisnis yang sama.
"Saat ini proses terus ada. Bagaimana kita melakukan upaya penggabungan Pertagas dan PGN. Sesuai dengan kesepakatan dengan berbagai pihak, proses ini akan mengikuti ketentuan di pasar modal," ujarnya.
"Mengenai RUPS terkait holding ini akan dijelaskan lebih lanjut melalui kementerian BUMN. Setelah disahkannya peraturan pemerintah yang terkait dengan itu. Termasuk tahapan dan waktunya nanti akan dijelaskan lebih detail," tambahnya
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PN) sendiri telah mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$ 720,4 juta hingga 31 Maret 2016, atau naik sebesar 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 696,37 juta.
Corporate Secretary PGN Heri Yusup mengatakan hal ini didukung dari beroperasinya pipa transmisi gas bumi Kalija I dan peningkatan pendapatan dari PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PGN di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi (migas).
"Kinerja yang positif ini didukung oleh berbagai langkah efisiensi, sehingga mendorong perusahaan tetap mampu mencatat laba bersih di tengah perlambatan ekonomi dan penurunan harga minyak dunia," katanya pada acara Press Conference Institutional Investor Day di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/8/2016).
Peningkatan pendapatan ini juga diikuti dengan meningkatnya laba operasi yang berhasil dibukukan pada kuartal I menjadi US$ 157,85 juta atau tumbuh 3% dibandingkan periode sebelumnya sebesar US$ 152,65 juta. Sedangkan EBITDA PGN tercatat sebesar US$ 230,33 juta, naik dari sebelumnya US$ 216,58 juta. Hal ini membuat PGN memperoleh laba bersih sebesar US$ 100,65 juta. (hns/hns)











































