Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menjelaskan, sejauh ini Total belum merespons tawaran Pertamina atas kepemilikan share di blok Mahakam. Selain total, perusahaan migas Jepang, Inpex Corporation, juga belum menyatakan ketertarikannya.
"Tadinya kan pemerintah juga tawarkan kalau masuk Mahakam ikut kita, ambil share 15%. Tapi sejauh ini belum ada respons apakah tertarik atau tidak," kata Dwi kepada detikFinance ditemui di kantornya, Gambir, Jakarta, pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan Dirut Semen Indonesia ini, keduanya masih mempertimbangkan aspek ekonomis dengan porsi kepemilikan masing-masing 15% yang ditawarkan. Apalagi, tren turunnya harga minyak dunia diperkirakan masih berlangsung lama.
"Mereka hitung dari aspek ekonomis saja, jadi kalau dengan komposisi share yang ada sekarang hanya pegang masing-masing 15%, untuk ke depannya mungkin anggapnya dengan harga minyak yang sekarang merasa kurang menarik. Memang saya belum lihat keinginan secara tertulisnya," ujar Dwi.
Meski demikian, sambungnya, pihaknya tetap pada rencana semula, yakni mulai menggelontorkan investasi pada tahun depan supaya pada 2018 Blok Mahakam sudah bisa berproduksi.
"Sekarang kita jalan terus proses pengambilalihan. Kita sudah bentuk tim bersama agar Pertamina sudah bisa mulai berinvestasi dulu di 2017, tujuannya agar produksi di 2018 tidak terlalu menurun," kata Dwi. (drk/drk)











































