Semester I-2016, 'Harta Karun Energi' RI Hasilkan Tambahan Listrik 215 MW

Semester I-2016, 'Harta Karun Energi' RI Hasilkan Tambahan Listrik 215 MW

Yulida Medistiara - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2016 19:10 WIB
Semester I-2016, Harta Karun Energi RI Hasilkan Tambahan Listrik 215 MW
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Pada semester I-2016, jumlah 'harta karun energi' atau pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) telah ada 1.493,5 MW. Jumlah tersebut telah mencapai target pembangunan pembangkit geothermal di 2016.

"Tahun ini Alhamdulillah ini lebih dari target, yang sekarang terpasang 1.438,5 MW (90%) dan kalau ditambahkan sisanya seperti PLTP yang sudah beroperasi, kemudian ini lebih dari 167 MW. Artinya target 2016 akan melebih melampaui dengan diresmikannya 4 PLTP atau tercapainya COD 4 PLTP," ujar Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, di kantornya, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2016).

Rida menyebut hingga kini ada tambahan 4 PLTP lagi yang membuat target tercapai. Empat PLTP itu jika ditotalkan berkapasitas sebesar 215 MW, rinciannya adalah PLTP Ulubelu 55 MW, PLTP Sarulla 110 MW, PLTP Lahendong 20 MW, PLTP Karaha Bodas 30 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keempat PLTP tersebut telah beroperasi hingga kini. Rida menyebut telah diterbitkan SK Menteri ESDM tentang pendapatan konsorsium PT Optima Nusantara Energi dan ENEL Green Energy (Italia) sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja (WK) panas bumi Way Retai (55 MW) di Provinsi Lampung.

"Ini investornya dari Italia artinya untuk panas bumi khususnya Indonesia patut berbangga banyak investor di Indonesia dengan perkiraan potensinya 55 MW di Lampung," ujar Rida.



Telah ada 4 WK panas bumi lagi selesai lelang. Proyek tersebut di antaranya, WK panas bumi Gunung Talang - Bukit Kili (20 MW), WK panas bumi Way Ratai (55 MW), WK panas bumi Gunung Lawu (165 MW), dan WK panas bumi Marana (20 MW).

Selain itu, ada pula 8 WK panas bumi yang dalam persiapan lelang. Proyek itu adalah WK panas bumi Simbolon Samosir (110 MW), WK panas bumi Graho Nyabu (110 MW), WK panas bumi Gunung Pandan (40 MW), WK panas bumi Gunung Hamiding (20 MW), WK panas bumi Gunung Silis (20 MW), WK panas bumi Geuredong (55 MW), WK panas bumi Gunung Ciremai (110 MW).

Selain itu, produksi uap sebesar 40,07 juta ton ataub54% dari target sebesar 738 juta ton. Rida mengatakan, penerimaan negara di subsektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sebanyak Rp 283,25 miliar (45%) dari target 2016 sebesar Rp 630 miliar.

"Kita mencatat itu pendapatan paling tidak di panas bumi yang lainnya belum. Penerimaan negara subsektor EBTKE Rp 283,25 miliar, 45% dari target, tapi not bad dari Rp 630 miliar target 2016," ujarnya. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads