"Semestinya akhir tahun ini, semua proses PPA sudah selesai," ungkap kata Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, Alihuddin Sitompul dalam diskusi 'Program Listrik 35.000 MW di Bawah Rezim Baru Hasil Reshuffle' di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (7/8/2016).
Alihuddin menyampaikan, hingga sekarang sudah ada penantanganan PPA untuk pembangkit 15.000 MW. Masih ada setidaknya waktu empat bulan ke depan agar target penandatangan PPA bisa rampung 100%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk realisasi pembangunan, Alihuddin menyampaikan bahwa dibutuhkan waktu sekitar 3-4 tahun untuk pembangkit berkapasitas di atas 500 mw.
"Tentu untuk membangun pembangkit itu tidak mudah. Untuk satu PLTU 1.000 mw butuh 48 bulan, kalau gas bisa lebih lama," terang Alihuddin.
Syamsir Abduh, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) menambahkan, dalam penyelenggaraan proyek ini, memang banyak tantangan yang muncul. Ada tiga yang utama, yakni sulitnya pembebasan lahan, perhitungan harga, dan operator.
"Ada banyak persoalan, tapi tiga yang paling penting," tegas Syamsir pada kesempatan yang sama.
Pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian ESDM diharapkan dapat menjaga hubungan baik dengan PT PLN agar proyek ini dapat berjalan lancar.
"Harusnya ada sinergi yang kita harapkan bisa merealisasikan visi dari Presiden Jokowi," paparnya. (mkl/feb)











































