Santer Isu Amien Sunaryadi Mau Dicopot dari Jabatan Kepala SKK Migas

Santer Isu Amien Sunaryadi Mau Dicopot dari Jabatan Kepala SKK Migas

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 09 Agu 2016 12:28 WIB
Santer Isu Amien Sunaryadi Mau Dicopot dari Jabatan Kepala SKK Migas
Foto: Istimewa
Jakarta - Setelah pergantian Menteri ESDM dari Sudirman Said ke Arcandra Tahar, sejumlah perombakan dikabarkan terjadi di sektor ESDM. Kabar terkini, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi akan diganti.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Arcandra hanya tertawa. Arcandra tidak membantah maupun membenarkan informasi tersebut. Ia hanya menyatakan bahwa pemerintah akan memberitahukannya pada saatnya nanti.

"Pada saat yang tepat akan kita kasih tahu," ujar Arcandra, saat ditemui usai rapat di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amien Sunaryadi dipilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala SKK Migas pada November 2014 lalu. Menteri ESDM saat itu, Sudirman Said, mengusulkan 5 nama untuk menjadi Kepala SKK Migas dan yang terpilih adalah Amien Sunaryadi.

Amien dikenal sebagai mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada periode 2003-2007, saat Ketua KPK diduduki oleh Taufiqurrahman Ruki.

Amien merupakan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta dari tahun 1982-1988, dan meraih gelar akuntan (Ak) dari program diploma 3 dan 4 STAN. Di 1993, Amien Sunaryadi berhasil meraih gelar Master of Profesional Accountancy (MPA) pada program S2 dari School of Accountancy pada College of Business Administration di Georgia State University, Atlanta.

Selama menjalankan masa studinya, Amien memperoleh tambahan pendidikan di bidang sistem informasi dan manajemen sumber daya manusia. Pada 1996, Amien mendapatkan penghargaan Certified Information System Auditor (CISA), yang diberikan oleh Information System Audit and Control Foundation USA.

Di 1998, Amien Sunaryadi banyak mengikuti program pendidikan jangka pendek, salah satunya adalah program pendidikan the corruption and anti-corruption training yang diselenggarakan oleh National Centre of Development Studies (NCDS) pada Australian National University di Canberra, Australia. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads