Pertamina menjual BBG yang diberi nama Envogas seharga Rp 3.100 per liter setara premium (lsp). Harga ini di bawah harga keekonomian BBG yang berada di angka Rp 4.500 per liter.
Alasan Pertamina memberikan subsidi BBG karena perintah dari Kementerian ESDM untuk melayani kebutuhan masyarakat umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga jual BBG sebesar Rp 3.100 per liter, lanjut Wiko, masih terus dikaji oleh pemerintah. Namun, pihaknya berkomitmen untuk tetap menjual BBG Rp 3.100 per liter selama harga minyak dunia belum menunjukkan peningkatan.
"Itu nanti akan ditetapkan ulang oleh pemerintah dan ditinjau ulang terus. Kami masih mengusulkan ke pemerintah, cuma kan untuk kebijakan harga murni pemerintah yang menetapkan dan mungkin pertimbangan saat ini adalah harga minyak dunia dan kami harus sabar menunggu. Selama belum naik harganya, ya kami akan tetap komitmen untuk melayani masyarakat dengan harga Rp 3.100 (per liter)," tutur Wiko.
Pihaknya mengaku bahwa Pertamina mengelola penjualan BBG secara pintar. Fokusnya adalah efisiensi pada biaya operasional agar tetap bisa melayani masyarakat pengguna BBG.
"Subsidi dari Pertamina sendiri. APBN hanya menyediakan SPBG saja. Kalau harga bisa dibilang Pertamina ya nombok. Kita mengelolanya secara pintar lah antara harga yang masih Rp 3.100 (per liter), kita optimalkan operasionalnya supaya tetap berjalan," tutup Wiko. (hns/hns)











































