Jual BBG, Pertamina Subsidi Rp 1.400/Liter

Jual BBG, Pertamina Subsidi Rp 1.400/Liter

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Jumat, 12 Agu 2016 17:05 WIB
Jual BBG, Pertamina Subsidi Rp 1.400/Liter
Foto: Ardan Adhi Chandra
Bogor - PT Pertamina (Persero) mendapat tugas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menjual Bahan Bakar Gas (BBG). Penugasan ini sebagai langkah pemerintah mengonversi energi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke BBG.

Pertamina menjual BBG yang diberi nama Envogas seharga Rp 3.100 per liter setara premium (lsp). Harga ini di bawah harga keekonomian BBG yang berada di angka Rp 4.500 per liter.

Alasan Pertamina memberikan subsidi BBG karena perintah dari Kementerian ESDM untuk melayani kebutuhan masyarakat umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya harga keekonomiannya Rp 4.500 namun karena ini penugasan dari pemerintah, Pertamina sudah komitmen mendukung pemerintah menjalankan ini PSO (Public Service Obligation) atau kewajiban pelayanan publik ya jadi produk servis untuk melayani kebutuhan masyarakat umum. Jadi walaupun saat ini masih Rp 3.100 ya kami komit untuk menyalurkan," terang Vice President Natural Gas Pertamina Wiko Migantoro saat peresmian SPBG Cibubur di Jalan Raya Nagrak, Kabupaten Bogor, Jumat (12/8/2016).

Harga jual BBG sebesar Rp 3.100 per liter, lanjut Wiko, masih terus dikaji oleh pemerintah. Namun, pihaknya berkomitmen untuk tetap menjual BBG Rp 3.100 per liter selama harga minyak dunia belum menunjukkan peningkatan.

"Itu nanti akan ditetapkan ulang oleh pemerintah dan ditinjau ulang terus. Kami masih mengusulkan ke pemerintah, cuma kan untuk kebijakan harga murni pemerintah yang menetapkan dan mungkin pertimbangan saat ini adalah harga minyak dunia dan kami harus sabar menunggu. Selama belum naik harganya, ya kami akan tetap komitmen untuk melayani masyarakat dengan harga Rp 3.100 (per liter)," tutur Wiko.

Pihaknya mengaku bahwa Pertamina mengelola penjualan BBG secara pintar. Fokusnya adalah efisiensi pada biaya operasional agar tetap bisa melayani masyarakat pengguna BBG.

"Subsidi dari Pertamina sendiri. APBN hanya menyediakan SPBG saja. Kalau harga bisa dibilang Pertamina ya nombok. Kita mengelolanya secara pintar lah antara harga yang masih Rp 3.100 (per liter), kita optimalkan operasionalnya supaya tetap berjalan," tutup Wiko. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads