Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Agu 2016 15:16 WIB

Luhut: Saya Akan Teruskan yang Telah Dilakukan Pak Arcandra

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan, sebagai Plt. Menteri ESDM, menggantikan Arcandra Tahar yang telah diberhentikan. Menurut Luhut, sebagai Plt. Menteri ESDM, dirinya akan melanjutkan kerja Arcandra Tahar.

Salah satu prioritas Luhut, yang juga menjadi program kerja Arcandra Tahar saat menjabat Menteri ESDM, adalah efisiensi biaya di sektor migas.

"Ya, meneruskan semua, karena apa yang dilakukan oleh Pak Candra itu menurut saya sangat baik. Bisa meng-cut cost banyak sekali. Dia meminta struktur cost supaya kelihatan, dan saya paham dengan yang begitu-begitu karena saya juga pengusaha. Saya juga melihat satu perusahaan itu yang paling penting sebenarnya struktur cost apa yang bisa dihemat," ujar Luhut di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (16/8/2016).

Luhut siang ini menyambangi kantor Kementerian ESDM. Kehadiran Luhut di Kementerian ESDM dalam kapasitasnya sebagai Plt. Menteri ESDM, menggantikan Arcandra Tahar, yang telah diberhentikan Presiden Joko Widodo.

Menurut Luhut, dia membahas sejumlah hal seperti Blok Masela, Blok Mahakam, kontrak Freeport, proyek gas laut dalam, dan proyek listrik. Kelima hal ini sempat dibahas antara Luhut dan Arcandra Tahar saat masih menjabat Menteri ESDM.

"Di bagian koordinasi saya menyangkut masalah Masela, Mahakam, menyangkut Freeport. Menyangkut laut dalam dan juga listrik. Jadi banyak area yang kami cover dan beliau lapor saya sebagai Menko Kemaritiman. Jadi, saya cukup terinformasi apa-apa yang sudah dikerjakan oleh Pak Arcandra," kata Luhut.

Dia juga mengapresiasi Arcandra Tahar selama menjabat Menteri ESDM, salah satunya soal struktur biaya proyek Masela, yang akan dibangun di darat (onshore).

"Kenapa bisa ada usulan Pak Candra meng-cut cost, misalnya Masela di onshore menjadi tetap US$ 15 miliar, dan juga mengenai laut dalam misalnya juga bisa menghemat cost begitu banyak," kata Luhut. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed