"Saya sudah briefing dengan para dirjen dan sekjen dan para pejabat eselon I di ESDM kemarin, dan tadi malam juga saya sudah bincang-bincang dengan Pak Arcandra, kita teruskan semua apa yang dlakukan Pak Candra," kata Luhut ditemui di Istana Negara usai upacara, Rabu (17/8/2016).
Salah satu yang dibicarakan oleh Luhut bersama Arcandra adalah biaya proyek Blok Masela yang bisa turun signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertanyaan kita kan kemana saja selama ini? Seperti harga gas saya juga ingin turunkan dari US$ 78 sekarang mungkin bisa sampai ke US$ 45. Jadi saya pikir kita musti lihat utuh ada anak bangsa baik. Presiden lihat itu satu peluang untuk restructuring semua dalam perminyakan dan gas. Perlu sikapi dengan baik," jelasnya.
Menurut Luhut pada masa singkat Arcandra menjabat sebagai Menteri ESDM, belum ada kebijakan yang ia telurkan. Namun sudah banyak yang ia persiapkan.
"Ya belum lah, masa 10 hari 15 hari terus teken-teken. Tapi semua sudah dianukan. Itu tinggal proses ke depan saja. Kalau proses berjalan dan memang diperlukan dalam 1 bulan ke depan yang harus saya tanda tangan, ya saya tanda tanganin," ujarnya.
Lalu apakah pemerintah masih akan meminta bantuan Arcandra dalam menjalankan pekerjaan di sektor ESDM?
"Kalau anda tanya saya dengan knowledge-nya, kenapa tidak? Tapi kan saya tidak tahu keputusan presiden, karena saya hanya pelaksana tugas.
Mengenai pengganti Arcandra, kata Luhut, Jokowi sedang dalam proses pemilihan. Nanti akan diumumkan kepada publik jika sudah ada namanya.
"Pastilah, presiden masih memproses. Mau diumumkan saya kira tidak akan lama," katanya. (ang/rns)











































