Jokowi, yang didampingi Ibu Negara, Iriana, tiba di lokasi pembangunan MPP di Idanoi, Kota Gunungsitoli, sekitar pukul 16.40 WIB, Jumat (19/8/2016)
Begitu tiba, Jokowi menuju ke sebuah tenda besar dan melihat materi paparan rencana serta progres pembangunan pembangkit berkapasitas 1x 25 Megawatt senilai Rp 202,7 miliar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Jokowi Tinjau Proyek Mobile Power Plant 1x25 MW di Gunungsitoli-NiasHadir juga dalam kesempatan itu Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Gubernur Sumut T. Erry Nuradi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menkum HAM Yasonna Laoly yang berasal dari Nias.
"Menteri BUMN sudah sanggupi Oktober selesai sebesar 25 Megawatt. Kalau itu sudah selesai maka ada 27 Megawatt (sudah tersedia), ada 25 Megawatt. Ini paling tidak cukup dulu," imbuh Jokowi.
Jokowi mengatakan, di luar 25 megawatt yang akan dibangun ini memang ada kebutuhan lain karena Pemda setempat ingin mengembangkan pariwisata dan kawasan perikanan, sehingga perlu suplai listrik lagi 25 megawatt yang direncanakan dibangun tahun depan.
Presiden Jokowi Tinjau Proyek Mobile Power Plant 1x25 MW di Gunungsitoli-Nias |
"Kalau itu sudah rampung semua, Insya Allah tidak ada pemadaman, kita kerja itu kejar-kejaran betul. Saya juga cek di lapangan, kalau sudah seperti ini saya yakin nanti Oktober selesai," terang Jokowi.
"Perintah artinya di lapangan diikuti dan dikontrol sehingga proyek itu akan selesai semuanya," tegasnya.
Usai menengok proyek MPP, Jokowi lalu menuju ke lokasi peletakan batu pertama untuk Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Nias-Teluk Dalam. Pembangunan SUTT sepanjang 110 Km ini sangat penting guna meningkatkan pasokan listrik warga Nias.
Peletakan batu pertama itu tanda dimulainya seluruh pengerjaan pembangunan SUTT 70 kV yang rencananya akan selesai April 2017. Nantinya Saluran Tegangan tinggi ini akan terdiri dari 393 tower di mana tanah yang sudah dibebaskan telah dibangun 172 tower.
"Hadirnya SUTT 70 kV sangat penting bagi pelayanan kelistrikan warga Nias, karena transmisi ini lebih handal jika dibandingkan dengan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV," kata Dirut PLN Sofyan Basir. (miq/hns)











































Presiden Jokowi Tinjau Proyek Mobile Power Plant 1x25 MW di Gunungsitoli-Nias