Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada sekaligus mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Fahmy Radhi berharap, Presiden Jokowi memilih Menteri ESDM dari kalangan profesional, bukan partai.
"Karena ini sektor strategis yang mengelola banyak uang, menteri ini jangan partisan. Jadi non partisan saja," ungkapnya ketika ditemui usai diskusi di Warung Daun, Jalan Raya Cikini, Jakarta, Sabtu (20/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau integritas dan komitmennya cukup bagus. Sebagai mantan anggota KPK, saya kira integritasnya terjamin," tandasnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh mengatakan pos Menteri ESDM memang harus diisi oleh orang yang berkompeten dan memiliki pengetahuan yang baik mengenai sektor ESDM dan perpolitikan.
"Tentu harus yang punya pengalaman dan kaliber. Kalau berbicara soal energi, untuk aturan saja perlu waktu 6 bulan untuk memahami aturannya," pungkasnya. (hns/hns)











































