Untuk pengiriman BBM ke Kabupaten Puncak misalnya, Pertamina harus menggunakan pesawat sewa yang diterbangkan dari Bandara Moses Kilangin di Kabupaten Mimika.
Adapun untuk mengantar BBM ke Kabupaten Pegunungan Arfak yang berjarak 90 kilometer (km) dari Manokwari, Pertamina harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam karena medan yang sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ilustrasi pengiriman BBM memakai pesawat (Michael Agustinus/Detik) |
"Untuk ke Kabupaten Pundak, biaya pengirimannya sekitar Rp 30.000/liter, dan Arfak Rp 9.000/liter ongkos angkutnya," kata Wianda kepada detikFinance, Minggu (21/8/2016).
Meski demikian, solar subsidi dan premium di sana tetap dijual seharga Rp 5.150/liter dan Rp 6.450/liter, sama dengan wilayah Indonesia lainnya. Ongkos untuk mendistribusikan BBM ke daerah-daerah remote ini merupakan hasil subsidi silang, diambil dari sebagian keuntungan penjualan BBM Pertamina di daerah-daerah lain.
"Kita jual harganya sama, Premium Rp 6.450/liter, solar Rp 5.150/liter," ucap Wianda.
![]() |
Dengan adanya pasokan BBM dari Pertamina ini, penduduk Kabupaten Puncak dan Pegunungan Arfak bisa menikmati BBM dengan harga sama seperti penduduk Indonesia di wilayah lainnya.
"Sebelumnya, harga BBM di sana di atas Rp 50.000/liter," Wianda mengungkapkan.
Setelah sukses untuk kedua wilayah tersebut, selanjutnya Pertamina juga akan mengirim pasokan BBM secara langsung ke Kabupatem Membramo dan Ndunga. (feb/feb)












































Ilustrasi pengiriman BBM memakai pesawat (Michael Agustinus/Detik)