"Kenaikan laba bersih disokong oleh peningkatan kinerja operasi dan efisiensi dari berbagai inisiatif dan langkah terobosan yang dilakukan perusahaan," kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (25/8/2016).
Selama Semester I 2016, Pertamina membukukan pendapatan sebesar US$ 17,19 miliar dan laba operasi US$ 3,28 miliar. Laba operasi meningkat 110% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Direksi Pertamina paparkan kinerja semester-I 2016 |
Kinerja hulu pada periode Januari-Juni 2016 ini mencapai 640.000 barel setara minyak per hari (boepd), terdiri dari 305.000 barel minyak dan 1.938 mmscfd gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan infrastruktur terus dilakukan Pertamina, baik infrastruktur gas, pengolahan, dan pemasaran. Beberapa proyek seperti pipa gas Muara Karang-Murara Tawar, Gresik-Semarang, Prong-Grati telah mencapai kemajuan di atas 80%.
Di infrastruktur pengolahan, RDMP Balikpapan masuk fase Basic Engineering Design paralel dengan pembangunan penunjang dan pengadaan long lead item. RDMP Cilacap memasuki fase FEED, GRR Tuban dalam masa penuntasan BFS.
Sementara beberapa proyek infrastruktur pemasaran sudah memasuki tahap akhir, misalnya Terminal BBM (TBBM) Pulau Sambu dan Tanjung Uban. (hns/hns)












































Direksi Pertamina paparkan kinerja semester-I 2016