Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, mengungkapkan bahwa penjualan bright gas terus meningkat, banyak konsumen elpiji 3 kg yang beralih ke bright gas.
Kini Pertamina bisa semakin meningkatkan pasokan bright gas karena sudah ada pabrik yang mau memproduksi tabung elpiji ukuran 5,5 kg dalam skala besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan, tahun ini konsumsi elpiji 3 kg bisa dikurangi sampai 600.000 kg karena adanya masyarakat yang beralih ke Bright Gas. Dengan rata-rata subsidi elpiji 3 kg sebesar Rp 5.000/kg, maka uang negara dari APBN sebesar Rp 3 miliar dapat dihemat.
"Jadi rata-rata harga LPG kan fluktuatif, namun subsidi LPG per kg kan sekarang kira-kira Rp 5.000, jadi kalau bisa alihkan 600.000 kg ya kalikan saja, jadi sekitar Rp 3 miliar," paparnya.
Pergeseran permintaan dari elpiji 3 kg ke bright gas juga sekaligus memperkuat keuangan Pertamina. "Dengan pertumbuhan konsumsi elpiji 5,5 kg, maka akan menggeser konsumsi untuk 3 kg. Penggeseran produk non subsidi sekaligus menambah profit Pertamina," tutupnya. (ang/ang)











































