"Gas pertama Proyek Bangka ini merupakan pencapaian penting dan perwujudan komitmen Chevron untuk terus mendukung pencapaian target energi pemerintah dan menghasilkan energi secara selamat, efisien, dan andal bagi Indonesia," kata Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit, Chuck Taylor, dalam keterangan tertulis kepada media, Rabu (31/8/2016).
"Proyek ini menunjukkan komitmen Chevron untuk membawa kemampuan global dan teknologi terkini bagi Indonesia serta menerapkan praktik terbaik dan keahlian dari proyek-proyek pengembangan laut dalam kami di seluruh dunia," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persetujuan pemerintah untuk keputusan final investasi atau Final Investment Decision (FID) dicapai pada tahun 2014. Chevron memulai kegiatan pengeboran sumur pada semester kedua 2014.
Taylor juga menjelaskan, bawah selama lebih dari 90 tahun, Chevron telah menjadi mitra utama dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan mendukung pengembangan masyarakat di Kalimantan Timur dan wilayah operasi Chevron lainnya.
"Chevron adalah salah satu perusahaan energi terintegrasi dunia terdepan dan melalui unit usahanya di Indonesia, telah beroperasi di negeri ini selama 92 tahun. Dengan inovasi dan komitmen karyawan kami yang sangat terampil dan berdedikasi, Chevron Indonesia menjadi salah satu produsen minyak mentah terbesar di Indonesia," pungkasnya. (ang/ang)











































