Barata Incar Rp 50 T Dari Jualan Komponen Pembangkit di Proyek 35.000 MW

Barata Incar Rp 50 T Dari Jualan Komponen Pembangkit di Proyek 35.000 MW

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2016 17:26 WIB
Barata Incar Rp 50 T Dari Jualan Komponen Pembangkit di Proyek 35.000 MW
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - PT Barata (Persero) sebagai salah satu BUMN yang memperoduksi alat berat terlibat dalam pembangunan mega proyek 35.000 megawatt (MW). Program yang direncanakan hingga tahun 2019 ini melibatkan empat BUMN, antara lain Barata, Pindad, PAL, dan BBI.

Dengan terlibatnya Barata dalam proyek 35.000 MW sebagai penyedia komponen pembangkit, Direktur Utama PT Barata (Persero) Silmy Karim berharap bisa meraup hasil penjualan komponen pada proyek listrik ini sebesar Rp 50 triliun.

Angka tersebut setara dengan 5% dari total nilai investasi total proyek 35.000 mw yang diprediksi menelan Rp 1.000 triliun

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalnya US$ 2 juta per megawatt, artinya (dikalikan 35.000 mw) US$ 70 miliar atau Rp 1.000 triliun. Kalau misalnya tadi saya bilang berkhayalnya 5% nya saja walaupun sebenarnya target lokal contentnya 75% itu dari Ibu Menteri (Menteri BUMN)," jelas Silmy usai penandatanganan kerja sama dengan Siemens di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2016).

"Misalnya saja itu berapa tuh, Rp 50 triliun. Rp 1.000 triliun kan 5% nya Rp 50 triliun," tambah Silmy.

Untuk memaksimalkan peran Barata dalam menyediakan komponen pembangkit pada proyek 35.000 MW, Barata juga melakukan kerja sama dengan Siemens. Di mana dalam proyek pembangkit yang dibangun oleh Siemens maka Barata akan menyediakan komponen-komponen pendukung pembangkit seperti gas turbine package serta komponen penunjang lainnya.

"Ini adalah satu kerja sama awal untuk menuju satu tingkat level kemandirian di masa-masa yang akan datang," ujar mantan Dirut Pindad tersebut. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads