Dengan terlibatnya Barata dalam proyek 35.000 MW sebagai penyedia komponen pembangkit, Direktur Utama PT Barata (Persero) Silmy Karim berharap bisa meraup hasil penjualan komponen pada proyek listrik ini sebesar Rp 50 triliun.
Angka tersebut setara dengan 5% dari total nilai investasi total proyek 35.000 mw yang diprediksi menelan Rp 1.000 triliun
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya saja itu berapa tuh, Rp 50 triliun. Rp 1.000 triliun kan 5% nya Rp 50 triliun," tambah Silmy.
Untuk memaksimalkan peran Barata dalam menyediakan komponen pembangkit pada proyek 35.000 MW, Barata juga melakukan kerja sama dengan Siemens. Di mana dalam proyek pembangkit yang dibangun oleh Siemens maka Barata akan menyediakan komponen-komponen pendukung pembangkit seperti gas turbine package serta komponen penunjang lainnya.
"Ini adalah satu kerja sama awal untuk menuju satu tingkat level kemandirian di masa-masa yang akan datang," ujar mantan Dirut Pindad tersebut. (dna/dna)











































