JK: 1985 Produksi Minyak RI 1,5 Juta Barel/Hari, Sekarang Berkurang Setengah

JK: 1985 Produksi Minyak RI 1,5 Juta Barel/Hari, Sekarang Berkurang Setengah

Muhammad Damar Wicaksono - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2016 17:45 WIB
JK: 1985 Produksi Minyak RI 1,5 Juta Barel/Hari, Sekarang Berkurang Setengah
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pemerintah sedang berusaha melakukan efisiensi penggunaan energi di dalam negeri, terutama energi minyak dan gas (migas). Produksi minyak Indonesia saat ini sudah turun 50% dibandingkan pada 1985 lalu.

Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), dalam Forum Ketahanan Energi Nasional di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

"Pada tahun 1985 kita punya produksi minyak 1,5 juta barel per hari, sekarang kita tinggal setengahnya sekitar 800 barel per hari. Tentu kita tahu semua harga juga berpengaruh kepada keadaan ekonomi ini, yang mempengaruhi harga harga minyak itu ialah negara itu sendiri seperti ekonomi negaranya itu sangat berpengaruh," papar JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JK mengatakan betapa masih pentingnya energi migas, sebagai bahan bakar utama transportasi. Karena 95% sarana transportasi di Indonesia masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Dia mengatakan, Indonesia saat ini membutuhkan investasi di sektor migas, sehingga kebutuhan yang meningkat bisa terus terpenuhi. Namun tak hanya migas, sumber energi lain yang dimiliki Indonesia juga harus ditingkatkan. Seperti energi terbarukan untuk listrik.

"Venezuela punya sumber minyak terbesar di dunia. Tapi saat ini mencari makan saja susah, sangat miskin karena dia memperlakukan energi sangat murah bukan sebagai komersial. Akhirnya kolaps negeri itu ketika harga minyak turun. Mereka mengandalkan 95% penghasilan dari minyak. Saudi juga 90%," tutur JK.

Dulu 80% penghasilan Indonesia dari minyak, dan sekarang berkurang menjadi 25%. Indonesia sudah cepat melakukan penyesuaian.

Dia meminta seluruh masyarakat untuk bisa menghargai energi dan tidak boros dalam menggunakannya. Meskipun Indonesia merupakan negara kaya beragam sumber energi. (wdl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads