Jelang Idul Adha, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Aman

Muhammad Damar Wicaksono - detikFinance
Sabtu, 10 Sep 2016 15:32 WIB
Foto: Ikrom Alfarissy/pasangmata.com
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan BBM dan Elpiji selama Hari Raya Idul Adha 1437H aman. Berbagai langkah antisipasi sudah disiapkan.

Salah satunya dengan menyiagakan satgas yang bekerja sama dengan Kakorlantas POLRI serta Pemerintah Daerah setempat, khususnya di wilayah Jawa bagian Barat, Jawa bagian Tengah, serta Jawa Timur, dan Bali Nusa Tenggara.

Vice President Corporate Communication Pertamin, Wianda Pusponegoro, menyatakan fokus kesiapan untuk menghadapi libur panjang Hari Raya Idul Adha kali ini terutama di jalur mudik di wilayah Jawa serta daerah tujuan wisata.

"Kami perkirakan ada kenaikan konsumsi BBM rata-rata sekitar 5 – 11% dan kami telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) yang akan siaga selama 24 jam untuk mendukung kelancaran distribusi dan ketahan stock pasokan BBM dan LPG," jelas Wianda dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/9/2016).

Satuan tugas ini akan terus beroperasi sejak H-3 sampai dengan H+2 setelah Idul Adha. Selain itu, disiapkan juga kantong BBM yaitu mobil tangki dengan muatan BBM yang akan disiapkan di SPBU yang berada di jalur rawan kemacetan.

Fungsi dari kantong BBM tersebut adalah sebagai back up penyaluran. BBM dalam kemasan juga akan disiapkan di titik-titik strategis di sepanjang jalur mudik dan jalur arus balik.

"Di beberapa titik krusial kemacetan baik di jalur mudik maupun wisata, akan kami siapkan skenario SPBU Kantong dan penjualan BBM kemasan di mana distribusinya akan diupayakan dengan sistem jemput bola menggunakan kendaraan bermotor, dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat," papar Wianda.

Penjualan SPBU Kemasan tersebut akan disedikan di 4 titik yakni 3 titik di sepanjang tol Purwasuka – Cipali di Rest Area Tol Cipali KM 85, Rest Area Tol Cipali KM 130 dan Rest Area Tol Pejagan KM 228 A. Sementara 1 titik berada di Jalan Tol Pejagan - Brebes Timur tepatnya di Rest Area 252.

Wianda menambahkan, konsumsi Premium diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 3% di wilayah Jawa Barat dan Banten sekitar 1.514 kiloliter/hari. Sementara di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya kenaikan konsumsi Premium diperkirakan meningkat 5% yakni sekitar 5.846 kiloliter/hari.

Sementara konsumsi Pertamax Series diperkirakan meningkat 11% di wilayah Jawa Barat dan Banten yakni menjadi 14.051 kiloliter/hari, dan kenaikan 5% di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya menjadi 7.131 kiloliter/hari.

Sedangkan untuk pasokan LPG juga akan ditingkatkan 4% dari penyaluran normal per hari. Penamban pasokan secara fakultatif juga akan dilakukan untuk beberapa titik yang menjadi tujuan wisata, seperti di Banten, Bandung, dan beberapa kota tujuan wisata di wilayah Jawa Timur serta Bali. (ang/ang)