Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Sep 2016 08:17 WIB

Luhut Sebut Harga Gas Sudah Mahal Sejak di Hulu, Ini Buktinya

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Mahalnya harga gas untuk industri disebabkan oleh berbagai faktor. Masalahnya bukan hanya di hilir saja, tapi juga di hulu. Menko Kemaritiman sekaligus Plt Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan bahwa gas sudah terlalu mahal sejak di hulu.

Saat ini rata-rata harga gas di hulu di atas US$ 4/MMBtu. Luhut ingin harga gas di hulu dapat diturunkan menjadi sekitar US$ 4/MMBtu.

"Itu kan kita coba (penurunan harga gas) di hulu dan hilirnya. Harga di hulu itu ketinggian, kalau boleh US$ 4/MMBtu lah," ujar Luhut, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh detikFinance dari Kementerian ESDM, harga gas yang dialokasikan untuk industri kebanyakan sudah di atas US$ 6/MMBtu sejak di hulu. Data ini harga per Agustus 2016. Berikut daftarnya:
  • Gas dari Lapangan Grissik (Sumatera Selatan): US$ 5,44/MMBtu
  • Gas dari Lapangan Jatirangon (Jawa Barat): US$ 6,75/MMBtu
  • Gas dari Lapangan Wunut (Jawa Timur): US$ 7,65/MMBtu
  • Gas dari Sumur Benggala (Medan): US$ 8,49/MMBtu
  • Gas dari Lapangan Randegan (Cirebon): US$ 5,5/MMBtu
  • Gas dari Lapangan Suryaragi (Cirebon): US$ 7,5/MMBtu
  • Gas dari Grissik (Pekanbaru): US$ 7,04/MMBtu
  • Gas dari Lapangan Pangkalan Susu (Medan): US$ 8,48/MMBtu
  • Gas dari Lapangan Pagar Dewa (Sumatera Selatan): US$ 5,33/MMBtu
  • Gas dari Blok WMO (Jawa Timur): US$ 7,99/MMBtu
  • Gas dari Lapangan Maleo (Jawa Timur): US$ 5,79/MMBtu
  • Gas dari Jambi Merang (Jambi): US$ 6,47/MMBtu
  • Gas dari Blok Kangean (Jawa Timur): US$ 6,35/MMBtu
(wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com