Penandatanganan PPA dilakukan oleh PLN dengan Independent Power Producer (IPP) untuk pembelian listrik dari PLTM Tomata berkapasitas 10 MW dan PLTM Koro Kabalo dengan kapasitas 2,2 MW. Kedua pembangkit ini berada di provinsi Sulawesi Tengah.
PPA diteken oleh General Manager PLN Suluttenggo, Baringin Nababan, masing-masing dengan Direktur Utama PT Buminata Energi Perkasa, Pontjo Juni Atmo, sebagai pihak yang akan membangun PLTM Tomata dan Direktur PT Tinusa Energy, Omar Tourik, sebagai pihak yang akan membangun PLTM Koro Kabalo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan PPA pada hari ini. Pemanfaatan energi baru terbarukan, berupa potensi sumber daya air yang banyak tersedia di daerah Sulawesi Tengah untuk keperluan energi pembangkit listrik seperti melalui rencana pembangunan PLTM Tomata dan PLTM Koro Kabalo, akan terus kita lakukan" ujar Machnizon dalam keterangan tertulis kepada media, Jumat (16/9/2016).
"Target dari korporasi pada 2025 nanti, rasio penggunaan renewable energy dapat mencapai 25%. Untuk itu, maka semua potensi energi baru terbarukan yang ada coba kita optimalkan, salah satunya adalah energi air" lanjut Machnizon.
PLN akan membeli listrik dari PLTM Tomata dan PLTM Koro Kabalo dengan harga Rp. 1.320/kWh. Listrik dari kedua PLTM ini akan disalurkan kepada pelanggan melalui jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV Sulawesi Tengah.
Biaya pokok produksi listrik (BPP) di Palu saat ini adalah Rp. 1.610/kWh. Jika beroperasi secara optimal, PLTM Tomata dan PLTM Koro Kabalo dalam 1 tahun dapat menghasilkan listrik 86,89 GWH. Potensi penghematan yang bisa didapatkan dari beroperasinya kedua PLTM ini nantinya adalah Rp 25,7 miliar per tahun. (hns/hns)











































