Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 18 Sep 2016 15:15 WIB

Dijual dari Trade ke Trader, Harga Gas RI jadi Mahal

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Tingginya harga gas industri di Indonesia semakin tidak masuk akal. Dengan banyak daerah yang menghasilkan gas alam, harga jual gas industri di Indonesia lebih mahal daripada negara tetangga, misalnya di Singapura. Industri harus merogoh antara US$ 8-US$ 14/MMBtu untuk memperoleh gas.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh mengatakan, mahalnya harga gas industri di Indonesia dikarenakan panjangnya mata rantai distribusi gas dr sumur bor ke industri. Panjangnya mata rantai yang mencapai 5 tangan mendorong tingginya harga gas.

"Mata rantai distribusi terlalu panjang. Ada 5 tingkat dari trader pertama, kedua dan seterusnya itu terlalu panjang," ujar Syamsir dalam sebuah diskusi di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016).

Ia menyebut, karena dijual dari trader ke trader yang masing-masingnya mencari untung maka harga gas menjadi mahal saat tiba di tangan end user seperti pabrik pupuk, pabrik tekstil dan lainnya.

"Harga gas di Indonesia yang termahal di dunia. Padahal menghasilkan gas juga," sambung dia.

Diskusi dengan tema Energi Kita kali ini juga dihadiri oleh Trader Gas, Bukhari, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi, dan Direktur Ekskutif IRESS Marwan Batubara. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com