"Target 35.000 mungkin molor sedikit, tetapi yang paling penting berkesinambungan sehingga tidak mengganggu sistem distribusi," ungkap JK dalam acara Hari Listrik Nasional di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (28/9/2016).
JK menjelaskan, kebutuhan listrik akan terus meningkat. Sehingga memang sudah sewajarnya pembangunan pembangkit listrik digenjot dari sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Listrik, kata JK menjadi kebutuhan dasar manusia setelah sandang, pangan dan papan. Dalam era sekarang sepertinya sulit untuk menjalankan aktivitas tanpa adanya listrik.
"Karena listrik sudah merupakan bagian kehidupan hampir tidak ada kehidupan tanpa listrik. Mau membaca butuh listrik, meningkatkan pendapatan industri harus listrik, komunikasi harus ada listrik, dan bangsa ini sudah sedemikian kebutuhannya. Sehingga listrik adalah kebutuhan dasar," paparnya.
Maka dari itu, pemerintah terus berupaya mendorong ketersediaan listrik dengan berkualitas agar kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dan mengurangi munculnya gejolak sosial di masyarakat.
"Makanya walaupun listrik, harus punya kualitas yang baik. Kalau dulu mati lampu hal biasa, sekarang mati lampu sejam, orang akan protes ke mana-mana. Kalau dulu kualitas listrik biasa saja, sekarang kalau listrik mati akan rusak komputer anda. Jadi kita harus jaga jumlah, kualitas, dan kesinambungan," pungkasnya. (mkl/ang)











































