Banggar menilai, yang layak menikmati listrik 450 VA adalah 19,1 juta pelanggan PLN, dari 22,8 juta pelanggan. Sedangkan yang layak menikmati listrik 900 VA sebanyak 4,05 juta pelanggan PLN, dari 22,3 juta pelanggan.
Artinya, pencabutan subsidi tahun depan tidak hanya dikenakan terhadap 18,7 juta pelanggan 900 VA saja, melainkan juga terhadap 3,7 juta juta pelanggan listrik rumah tangga 450 VA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal ini, Kementerian ESDM mengaku belum siap untuk mencabut subsidi listrik 3,7 juta pelanggan 450 VA. ESDM hanya menyiapkan skema kenaikan tarif untuk 18,7 juta pelanggan listrik 900 VA. Pencabutan subsidi untuk 450 VA di luar rencana pemerintah.
"Pokoknya masih perlu dikaji dulu semuanya (pencabutan subsidi listrik 3,7 pelanggan 450 VA), itu nggak bisa sembarangan. Kita belum siapkan skema kenaikannya, dikaji dulu," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/10/2016).
Kalau tarif untuk 3,7 juta pelanggan 450 VA harus dinaikkan juga tentu harus dilakukan berbagai persiapan terlebih dahulu, misalnya verifikasi data pelanggan, seperti yang sudah dilakukan terhadap pelanggan 900 VA.
Subsidi listrik memang harus tepat sasaran, tapi data yang digunakan harus valid. Maka pencabutan subsidi untuk 450 VA tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Baru pencabutan subsidi untuk pelanggan 900 VA saja yang sudah bisa dimulai awal tahun depan. "Masih dikaji pokoknya untuk yang 450 VA," tegas Jarman.
Untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA yang tidak berhak mendapatkan subsidi, sebelumnya PLN tidak akan memaksa mereka menaikkan daya listriknya. Namun tarif para pelanggan ini akan dikenakan tarif normal tanpa subsidi. (wdl/wdl)











































