PLN Ingin Subsidi Listrik 22,4 Juta Pelanggan Dicabut Sekaligus di 2017

PLN Ingin Subsidi Listrik 22,4 Juta Pelanggan Dicabut Sekaligus di 2017

Michael Agustinus - detikFinance
Kamis, 13 Okt 2016 18:07 WIB
PLN Ingin Subsidi Listrik 22,4 Juta Pelanggan Dicabut Sekaligus di 2017
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), hanya 23,15 juta pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA yang termasuk golongan tidak mampu dan layak disubsidi tarif listriknya. Sisanya, 18,7 pelanggan 900 VA dan dan 3,7 pelanggan 450 VA dinilai tidak layak disubsidi.

Atas dasar data TNP2K itu, Badan Anggaran (Banggar) DPR memutuskan, jumlah pelanggan listrik yang mendapatkan subsidi dari APBN 2017 hanya 23,15 juta.

Artinya, pemerintah harus mencabut subsidi untuk 18,7 juta pelanggan listrik 900 VA dan 3,7 juta pelanggan 450 VA. Total ada 22,4 juta pelanggan yang harus dinaikkan tarif listriknya tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengusulkan agar kenaikan tarif untuk 22,4 juta pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA dilakukan sekaligus saja di awal tahun, tidak perlu bertahap. Sebab, kenaikan secara bertahap akan menimbulkan gejolak sampai beberapa kali dalam setahun.

"Sekaligus saja. Kalau naik 7 kali, protesnya 7 kali. Yang 900 VA juga sekaligus saja. Kita usul begitu, nggak tahu dari pemerintah nanti bagaimana," kata Sofyan, saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Para pelanggan 900 VA dan 450 VA yang tidak lagi mendapat subsidi pada 2017 dipersilakan menaikkan daya listriknya ke 1.300 VA. Kalau pun tetap ingin berlangganan 450 VA dan 900 VA, nanti harus membayar tarif normal tanpa subsidi begitu subsidi dihapus.

"Yang pasti terserah mereka, mau naik dari 900 VA boleh, nggak juga boleh. Kan DPR sudah sepakat, pemerintah sudah sepakat, berarti mereka sudah tidak masuk kriteria tidak layak disubsidi," tutupnya. (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads