Follow detikFinance
Jumat, 14 Okt 2016 14:45 WIB

PLN Utang dari Jepang untuk Proyek PLTGU Tanjung Priok 800 MW

Michael Agustinus - detikFinance
Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto) Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto)
Tangerang - PT PLN (Persero) dijadwalkan akan menandatangani perjanjian utang dari Japan Bank for International Cooperation pada 20 Oktober 2016 untuk proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Tanjung Priok yang berkapasitas 800 Megawatt (MW).

Perjanjian akan diteken di sela-sela forum dialog antara pemerintah Indonesia dengan JBIC di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pekan depan. Murtaqi masih enggan membeberkan berapa jumlah pinjaman yang diberikan JBIC. Nilai utang akan diumumkan setelah perjanjian sah ditandatangani.

"Minggu depan tanggal 20 Oktober, kita akan menandatangani loan signing untuk (PLTGU) Priok 800 MW di Kemenkeu antara PLN dengan JBIC. Akan ada forum dialog rutin antara JBIC dengan pemerintah Indonesia, dalam kesempatan itu kita akan tanda tangan loan signing," kata Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Murtaqi Syamsuddin, saat ditemui usai groundbreaking GITET Lengkong, Tangerang, Jumat (14/10/2016).

Murtaqi menambahkan, PLN mendapat pendanaan langsung tanpa jaminan. Sebelumnya JBIC juga memberikan pinjaman langsung tanpa jaminan pada PLN untuk proyek PLTU Lontar Ekspansi 315 MW.

"Pendanaan langsung kepada PLN tanpa jaminan. Yang sudah jalan dengan JBIC itu PLTU Lontar, pendanaan langsung tanpa jaminan," ujarnya.

Selain untuk PLTGU Tanjung Priok dal PLTU Lontar Ekspansi, PLTGU Muara Karang Ekspansi 500 MW juga mendapat pendanaan dari JBIC. Tapi JBIC tidak sendirian, bank tersebut membentuk sindikasi perbankan.

"(PLTU) Lontar, (PLTGU) Priok, sama (PLTGu) Muara Karang itu lead lender-nya adalah JBIC. Ada beberapa bank lain, membentuk sindikasi," pungkasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed