Tidak seperti biasanya, Jokowi langsung menunjuk dua orang untuk memimpin sektor strategis ini, yakni Menteri dan Wakil Menteri. Posisi wakil menteri diisi oleh Arcandra Tahar, yang sebelumnya diberhentikan secara terhormat dari Menteri ESDM karena kasus dwi kewarganegaraannya.
Jonan sendiri mengakui, Presiden memilih dua orang sekaligus, karena saking pentingnya sektor ini untuk dibenahi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu wakil menteri ESDM Arcandra Tahar mengaku siap ditempatkan di mana saja apabila tujuannya demi bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dibuktikannya, dengan pemberitahuan akan posisi ini baru saja diberi tahu oleh Presiden Joko Widodo pada jam 11.00 WIB tadi.
"Di manapun ditempatkan, sebagai bentuk pengabdian kepada negara, saya siap. Sewaktu tadi ditelepon jam 11, dan ditempatkan sebagai wakil menteri, saya siap," kata Arcandra.
Jonan dan Arcandra sendiri kompak mengatakan akan melakukan koordinasi terlebih dahulu untuk rencana kerja di Kementerian ESDM ke depannya. Menurut Arcandra, seluruh program yang dirasa baik yang telah dikerjakan oleh Plt Menteri sebelumnya pun akan dilanjutkan.
"Program yang sudah berjalan baik tentu akan dilanjutkan. Saya dengan pak menteri akan berdiskusi seperti apa program ke depannya. Kita tentu akan membicarakan hal-hal yang berguna bagi bangsa ini. Nanti kita akan diskusikan di tim. Kasih kita waktu berdua untuk update-nya," tukas Arcandra.
Seperti diketahui, sektor ESDM merupakan sektor yang sangat strategis bagi Indonesia. Setidaknya ada empat sektor strategis di bidang ini, yakni kelistrikan, minyak dan gas, mineral dan batu bara hingga energi baru terbarukan dan konservasi energi. (ang/ang)











































