Sebab, keduanya berasal dari kalangan profesional. Khususnya Jonan yang dinilai memiliki rekam jejak cukup bagus saat menjabat sebagai Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Menteri Perhubungan.
"Selamat untuk Pak Jonan dan Pak Arcandra. Kami melihat Pak Presiden merespon harapan industri hulu migas, yaitu Menteri ESDM berasal dari kalangan profesional yang jujur, punya integritas," kata Ketua Apindo Bidang ESDM, Sammy Hamzah, kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (15/10/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sektor hulu migas ini banyak sekali pekerjaan rumah," ujar Sammy.
Di antara banyaknya pekerjaan rumah di hulu migas, menurut Sammy, ada 4 persoalan yang perlu segera diselesaikan. Yang paling utama ialah revisi Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 (PP 79/2010).
Perombakan aturan soal pajak dan cost recovery hulu migas itu sebetulnya sudah dikebut oleh Luhut Panjaitan yang menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM selama 2 bulan terakhir. Kini Jonan dan Arcandra tinggal menggolkan saja.
"Pertama, selesaikan revisi PP 79/2010 yang sejauh ini prosesnya sudah berjalan dengan baik. Itu paling penting," ucapnya.
Kedua, masalah tingginya harga gas domestik juga mendesak untuk diselesaikan. Mahalnya harga gas di dalam negeri ini telah mendapat perhatian khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi meminta harga gas untuk industri diturunkan menjadi US$ 6/MMBtu dalam 2 bulan.
"Tata kelola gas yang berkaitan dengan penurunan harga juga prioritas. Itu tidak segampang yang diminta, kebijakan harus dibuat dengan hati-hati dan seksama," paparnya.
Ketiga, revisi Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas (UU Migas). Lalu keempat, mendorong agar proyek-proyek besar di hulu migas seperti Blok Mahakam, Blok Masela, Blok East Natuna bisa segera berjalan.
"Proyek-proyek yang akan jalan seperti Masela, East Natuna juga penting. Masalah Blok Mahakam pun belum selesai," tutur Sammy, yang juga Direktur Indonesian Petroleum Association itu.
Tapi bukan berarti hanya 4 masalah itu saja yang perlu diperhatikan. Masih ada banyak masalah lain di hulu migas. "Misalnya kontrak-kontrak yang akan berakhir," dia menambahkan.
Meski banyak sekali yang harus diselesaikan, Sammy tak ingin mendesak duet Jonan-Arcandra. Keduanya adalah sosok baru di belantara ESDM Indonesia, perlu waktu untuk belajar. Keduanya pun perlu mempertimbangkan berbagai aspek supaya kebijakan yang diambil tak salah.
"Saya minta kita semua jangan menuntut terburu-buru. Pak Jonan orang baru di ESDM, beri waktu agar dia bisa mengambil kebijakan yang tepat," pungkasnya. (hns/hns)











































