Ini Hasil Rapat 3,5 Jam Kementan dengan Dewan Energi Nasional

Ini Hasil Rapat 3,5 Jam Kementan dengan Dewan Energi Nasional

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 17 Okt 2016 19:07 WIB
Ini Hasil Rapat 3,5 Jam Kementan dengan Dewan Energi Nasional
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Kementerian Pertanian bersama dengan Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar rapat di Kementan mulai pukul 14.00 WIB membahas tentang sosialisasi materi Rancangan Rencana Umum Energi Nasional (R-RUEN). Setelah kurang lebih tiga setengah jam, rapat akhirnya selesai pada pukul 17.30 WIB.

Sekjen DEN, Satry Nugaraha mengatakan, rapat tersebut membahas tentang sosialisasi R-RUEN yang telah disetujui Presiden pada tanggal 22 Juni 2016 lalu.

"Kementerian ini adalah salah satu anggota tetap dari Dewan Energi Nasional. Jadi ini rencana Dewan Energi Nasional adalah strategi pencapaian ke depan bagaimana kebijakan energi nasional tahun 2014 bisa dicapai. Target yang ditetapkan kan begitu tinggi, jadi ada 7 kementerian yang menjadi anggota dewan nasional," ungkap Satry di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (17/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan itu, Satry mengatakan, DEN mengingatkan Kementan yang memiliki tugas sendiri sebagai anggota Dewan tetap, supaya dapat memenuhi target yang harus dicapai, di antaranya membuat roadmap dalam pemenuhan pangan di dalam negeri.

"Jadi pada hari ini kita mengingatkan pada pertanian, kalau pertanian punya janji untuk mencapai target energi itu demikian, begini strateginya yang ke depan seperti ini, sehingga pada tahun 2005 sampai 2050 ini bisa dicapai," katanya lagi.

Di kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementan, Mat Syukur mengungkapkan, sebagai salah satu anggota DEN, Kementan memiliki tanggungjawab dalam RUEN, adalah menyusun roadmap atau peta jalan tentang jenis-jenis komoditas yang menjadi bahan baku energi, khususnya bioenergi.

"Jadi harus disusun sedemikian rupa roadmap-nya dalam jangka panjang, dan jenis-jenis tanaman dan mengkoordinasikan dalam mempersiapkan benih pangan ini, kalau nanti akan digunakan," kata Mat Syukur.

Karena selama ini, lanjut Mat Syukur, khusus untuk biodiesel, Kementan masih mengandalkan CPO, dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sampai dengan tahun 2019 mendatang.

"Tantangan kita adalah dengan bioetanol, programnya masih berat untuk dicapai karena memang terkait macam-macam, tidak hanya soal jenis tanamannya, tapi lebih kepada bagaimana memberikan insentif harga bagi para produsen bioetanol dan asosiasi produsen biodiesel, untuk tertarik memproduksi bioetanol dan biodiesel, tapi kami terus lakukan persuasif," jelasnya. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads