Jokowi Ingin Papua Terang Benderang, PLN: Kita Bangun Pembangkit 253 MW

Jokowi Ingin Papua Terang Benderang, PLN: Kita Bangun Pembangkit 253 MW

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 18 Okt 2016 16:17 WIB
Jokowi Ingin Papua Terang Benderang, PLN: Kita Bangun Pembangkit 253 MW
Foto: Wilpret Siagian
Jakarta - Kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan infrastruktur kelistrikan di Papua dan Papua Barat. Diharapkan ini dapat menjadi tonggak untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan lainnya di Papua.

Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN, Haryanto WS, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana membangun 253 MW pembangkit listrik, jaringan transmisi 426 kilometer sirkit (kms), dan 12 Gardu Induk (GI) di Papua dan Papua Barat hingga 2019. Semua ini adalah bagian dari program 35.000 MW.

"Di Papua, kita akan bangun pembangkit 253 MW, 426 kms transmisi, dan GI di 12 lokasi. Semuanya bagian dari proyek 35.000 MW. Ini untuk memperkuat listrik di Papua," kata Haryanto kepada detikFinance, Selasa (18/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangkit-pembangkit listrik dengan total 253 MW itu terutama untuk memasok listrik ke kota-kota besar di Papua dan Papua Barat seperti Sorong, Jayapura, Manokwari, Nabire, Serui, Bintuni, Raja Ampat. Sebagian besar pembangkit baru yang akan dibangun itu adalah pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

Dengan tambahan 253 MW, daya mampu listrik di Papua dan Papua Barat akan meningkat hampir 2 kali lipat pada 2019.

"Beban puncak di Papua-Papua Barat sekarang 242 MW, daya mampu sekarang 294 MW. Jadi kapasitas akan meningkat hampir 2 kali lipat," ujar Haryanto.

Pihaknya optimistis pembangkit-pembangkit baru di Papua dan Papua Barat bisa selesai tepat waktu sebelum 2019. Sebab, sebagian besar lahan sudah dibebaskan. Biasanya, proyek pembangkit molor akibat lamanya pembebasan lahan.

"Lahan 95% sudah bebas, bahkan ada pemerintah daerah (pemda) yang menghibahkan tanah untuk pembangkit listrik," ucapnya.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Papua. Karena itu, PLN juga melakukan pelayanan berupa melistriki 14 Ibu Kota Kabupaten di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang belum berlistrik PLN dengan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dengan target selesai tahun 2017.

Kemudian juga melistriki seluruh Ibu Kota Kecamatan dengan target selesai tahun 2019, dan melistriki pulau terluar dan daerah perbatasan dengan target selesai tahun 2019, serta meningkatkan jam operasi Listrik Desa menjadi 24 jam sehari dengan target selesai 2019. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads